| Piala Dunia 2014 Usai, Perekonomian Brasil Malah Terpuruk |
surya online, rio de janeiro – usai sudah pesta sepakbola empat tahunan piala dunia 2014.
brasil, sebagai tuan rumah, harus menelan kekecewaan.
sudahlah keok 1-7 dari jerman, negeri samba ini harus puas berada di posisi keempat, setelah kalah di pengunjung pertandingan melawan belanda.
"petaka" tak hanya berhenti di situ.
piala dunia 2014 ternyata telah menyeret brasil ke dalam kubangan keterpurukan.
mengutip bloomberg, pertumbuhan ekonomi melambat 1,35 persen tahun ini ketimbang 2013.
lebih rendah dari rerata pertumbuhan ekonomi negara-negara amerika latin lainnya.
khusus industri perhotelan, tingkat huniannya pun jatuh 3 persen menjadi 65 persen dengan tingkat rerata harian merosot 0,5 persen dibandingkan pertumbuhan 7,7 persen pada 2012.
ini bisa terjadi, karena menjelang laga piala dunia, hotel-hotel baru banyak dibangun.
sayangnya, hotel-hotel tersebut bermasalah.
menurut the washington post, banyak hotel yang tidak bisa digunakan saat piala dunia berlangsung karena konstruksinya belum rampung.
ada juga proyek hotel yang mangkrak dan ditinggalkan begitu saja karena sang pemilik kekurangan dana.
kendati mampu menarik ratusan ribu pengunjung asing, namun tidak secara signifikan mampu mendongkrak bisnis dan perjalanan domestik.
yang ada harga-harga semakin meroket tak terkendali.
fenomena tersebut bukannya tak disadari.
efek piala dunia telah membuat segala hal menjadi mahal.
berbeda dengan afrika selatan.
meskipun pernah menjadi tuan rumah piala dunia 2010, namun nasib mereka sedikit lebih baik.
afrika selatan berhasil menyiasati hotel-hotel bintang lima yang kosong dengan melakukan kampanye pariwisata berkelanjutan.
sehingga hotel-hotel kosong tersebut dapat terisi sesuai ekspektasi.
terkait#piala dunia 2014
berita terkait: piala dunia 2014
joachim loew : gelar juara dunia hasil kerja keras 10 tahun
tim-tim juara piala dunia hingga sekarang
messi raih sepatu emas piala dunia 2014
manuel neuer raih sarung tangan emas piala dunia
jerman juara piala dunia 2014
editor: titis jati permata
sumber: kompas.
com
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.