surya online, kairo - pelaku penyiksaan tenaga kerja wanita (tkw) asal jawa barat, eti roheti, kini ditahan polisi arab saudi di penjara malaz, demikian siaran pers kbri riyadh yang diterima antara di kairo, senin (14/7/2014).
eti yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di satu keluarga arab saudi sejak 2011 sempat dirawat di rumah sakit shumeisy akibat mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari istri majikan.
akhirnya, eti pun menitikkan air mata haru ketika kbri menyerahkan tiket pesawat untuk kembali ke indonesia pada 14 juli 2014.
eti sempat bekerja selama 11 bulan pada majikan pertama bernama mishari hadzal fayiz al subaei, kemudian dipindahkerjakan ke majikan kedua, sami yusuf hasan al anezi.
di rumah majikan kedua inilah eti mulai mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari istri majikan.
menurut pengakuan eti, ia kerap mendapat penyiksaan dari istri majikannya, mulai dari pukulan di badan, kepala, muka dan tengkuk.
akibatnya, pada desember 2013, eti mengalami gangguan penglihatan atas kedua matanya.
"kendati gangguan penglihatan, saya tetap dipaksa untuk bekerja seperti biasa," katanya.
majikan laki-laki, sami yusuf awad al anezi mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap eti.
eti mengatakan istri majikan memaksa eti memakai abaya, pakaian panjang wanita dan cadar hitam, setiap kali sang suami berada di rumah agar bekas penyiksaan tidak diketahuinya.
pada 6 maret 2014, eti diantar sopir majikan dan ditelantarkan di sebuah taman dengan dibekali uang sebesar 45.
000 riyal untuk gajinya bekerja selama 21 bulan.
belakangan, kbri riyadh mendapat kabar ada seorang warga negara indonesia dirawat di rumah sakit shumeisy dan tim perlindungan wni kbri menjenguk eti di rumah sakit tersebut pada 20 maret 2014.
"tim perlindungan kbri mendapati kondisi eti sangat mengenaskan; kedua matanya buta, jari tengah tangan kanannya patah, hidungnya patah dan beberapa bagian kepalanya botak," katanya.
awalnya, tim kesulitan menemukan identitas majikan kedua yang merupakan pelaku penyiksaan.
setelah melalui berbagai penelusuran, akhirnya kerja sama yang baik antara kbri dengan keluarga eti, yakni adiknya yang bernama yaya membuahkan hasil.
tim kbri langsung melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian riyadh.
dalam waktu singkat, majikan dipanggil ke kantor polisi, dan pihak polisi juga menutup akses rekening bank, listrik, kartu kredit dan berbagai jaringan yang terkoneksi dengan kartu identitasnya.
istri majikan selaku tersangka penyiksaan, ditahan pada 18 juni 2014 di penjara malaz, riyadh.
tim perlindungan wni kbri sempat memfasilitasi pertemuan eti dengan majikan perempuannya di penjara untuk menyaksikan interogasi oleh biro investigasi dan penyidikan umum (haiah tahqiq) riyadh.
dalam pertemuan itu, tersangka memaksa eti untuk memberikan pemaafan agar proses hukum dibatalkan (tanazul) dengan menawarkan sejumlah uang kompensasi.
"kondisi emosi ibu eti yang sudah berkeinginan kuat untuk pulang, menerima begitu saja tawaran majikan perempuan untuk memberikan tanazul dengan kompensasi 5.
000 reyal, lalu meningkat menjadi 15.
000, dan kemudian 50.
000.
melihat kondisi yang tidak kondusif, tim yang diketuai chairil anhar siregar, pelaksana fungsi protokol dan konsuler iv kbri riyadh menarik anggota timnya dan eti dengan alasan interogasi dan negosiasi tidak mungkin dilanjutkan di bawah tekanan.
di luar penjara, ketua tim kbri dikerubuti oleh empat anggota keluarga dari majikan perempuan yang meminta kebesaran hati eti untuk menerima tanazul dan menawarkan kompensasi sebesar 100.
000 riyal.
ketua tim menyampaikan sikap bahwa bilapun terjadi tanazul, maka negosiasi akan dimulai setelah ada putusan pengadilan.
di sisi lain, kbri riyadh pada 13 dan 14 juli 2014, kembali memulangkan 27 tkw bermasalah setelah dilindungi di penampungan ruhama (rumah harapan mandiri).
saat ini, masih tersisa 58 tkw di penampungan ruhama.
sejak januari 2014, kbri riyadh membantu proses kepulangan tki bermasalah sebanyak 561 orang.
dalam proses pemulangan tki bermasalah dari arab saudi dan penanganan lebih lanjut di indonesia, kbri riyadh berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di indonesia, yaitu direktorat perlindungan wni/bhi kementerian luar negeri, kemnakertrans dan bnp2tki.
baca juga
hamas mau gencatan senjata asal sejumlah syarat terpenuhi
pesawat angkut militer ditembak jatuh
kepala desa perintahkan perkosa bocah 10 tahun
australia tak khawatirkan kunjungan angelina jolie ke nauru
tim prabowo minta bill clinton tunda kunjungan ke indonesia
editor: parmin
sumber: antara
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.