surya online, bangkalan - memasuki masa tanam padi kedua, keberadaan pupuk di pasaran malah menghilang.
tentu saja hal ini membuat para petani kelimpungan.
kendatipun ada, harganya sudah di atas harga eceran tertinggi (het).
menurut salah seorang petani, abdul manaf (40), asal desa langkap kecamatan burneh mengatakan, untuk menemukan pupuk jenis ponska, ia harus keliling di sejumlah toko di wilayah kabupaten bangkalan.
"ada di sebagian toko, tapi harganya berkisar rp 125 ribu hingga rp 140 ribu.
biasanya cuma seharga rp 110 ribu atau rp 115 ribu," ungkpanya, jumat (11/7/2014).
dengan harga di atas het, pria dengan tiga anak ini mengaku tidak mampu membeli ponska untuk kebutuhan padinya.
apalagi, masa tanam kedua ini berbarengan dengan masa pendaftaran siswa baru.
"terasa berat jika harganya setinggi itu.
belum lagi untuk kebutuhan pendaftaran anak saya untuk masuk sma," tandasanya.
kosongnya pupuk jenis ponska itu dibenarkan oleh pemilik toko pupuk di jalan raya burneh, rohilah.
ia mengaku tidak mengetahui kenapa belakang ini pengiriman ponska terlambat.
"banyak petani menanyakan ponska.
saya jualnya rp 115 ribu tapi sudah tiga hari ini kosong," singkatnya.
sementara itu, kepala bidang sarana, prasarana, dan agribisnis dinas pertanian dan peternakan kabupaten bangkalan supriadi mengaku belum mengetahui ada kelangkaan pupuk ponska di tingkat pengecer.
"ini baru saya dengar dari sampean," ungkapnya.
padahal, lanjutnya, ia telah menggelar rapat bersama yang dihadiri pihak petro kimia, seluru distributor pupuk, perwakilan kios, kelompok mantri tani, dan tim komisi pengawasan dan penyaluran pupuk (kp3) pada kamis (10/7/2014).
"tidak ada laporan kemaren.
malahan, kami membahas persiapan pengadaan dan penyaluran pupu di tahun 2015," jelasnya.
menurutnya, kelangkaan pupuk di awal masa tanam merupakan hal yang lumrah.
untuk itu, pihaknya akan melakukan kroscek ke bawah terkait kelangkaan pupuk jenis ponska.
"kami pikir tidak ada masalah karena dalam rapat kemaren sudah kami tanyakan terkait permasalah pupuk," ujarnya.
adapun kuota pupuk jenis urea di kabupaten bangkalan untuk tahun 2014 diusulkan sebesar 20 ribu ton.
namun, hingga saat ini baru terealisasi 17 ribu ton.
kekurangan kuota itu telah diusulkan pada februari lalu untuk kebutuhan masa tanam ketiga di bulan november.
"tapi untuk urea, jatah kita sampai oktober masih ada sekitar 7000 ton," tandasnya.
baca juga
pupuk bersubsidi habis, bupati lamongan todong produsen
penulis: ahmad faisol
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.