| Dua Panwas Dianiaya, Belasan Warga Luruk Pendopo Pemkab Madiun |
surya online, madiun - belasan warga yang mengatasnamakan rakyat peduli demokrasi meluruk pendopo pemkab madiun, senin (7/7/2014).
mereka mendesak pemkab madiun mulai membuka mata atas aksi dukung mendukung para kepala desa (kades) dan perangkat desa se kabupaten madiun dalam pelaksanaan pemilihan umum presiden (pilpres) 9 juli 2014 besok.
hal itu dibuktikan dengan kehadiran sekitar 1.
000 kades dan perangkatnya dalam acara sosialisasi undang-undang desa di desa teguhan, kecamatan jiwan, kabupaten madiun yang berakhir ricuh itu.
apalagi, dalam kericuhan pembubaran acara itu adalah komisioner panwaslu kabupaten madiun, katimun dan ketua panwascam jiwan, tri lestari.
"ini sudah mencederai demokrasi.
seharusnya pemkab tahu acara itu.
kami minta kades diwarning dan diberi sanksi.
karena kalau kades sudah tak netral seperti itu, kasihan rakyatnya.
kalau sosialisasi uu desa yang mengundang pemkab madiun dan dilaksanakan paska pilpres tak masalah.
ini dilaksanakan saat hari tenang dan yang hadir jelas-jelas para tim sukses capres," terang koordinator rakyat peduli demokrasi, kabupaten madiun, subari kepada surya, senin (7/7/2014).
lebih jauh, subari menguraikan dalam perkara yang terjadi di desa teguhan, kecamatan jiwan, kabupaten madiun itu, panwaslu kabupaten madiun akan memberikan 2 pasal sekaligus, yakni pasal penganiayaan sesuai dengan kuhp dan pasal pelanggaran uu pemilu dalam acara yang diduga sebagai acara kampanye terselubung itu.
"kami minta pemkab madiun memberikan tindakan tegas pada kades yang rumahnya digunakan acara itu.
kalau tidak berani memberikan sanksi jelas ada pengkondisian acara itu.
apalagi sampai pemkab madiun kecolongan itu aneh.
karena seharusnya camat jiwan tahu acara itu," tegasnya.
sayangnya rencana para aktivis yang mendukung sikap panwascam jiwan dan panwaslu kabupaten madiun untuk bertemu bupati madiun atau sekda kabupaten madiun itu gagal.
mereka hanya ditemui kepala bakesbangpol dagri pemkab madiun, kurnia amrullah.
massa pun diberi kesempatan menyampaikan unek-uneknya untuk disampaikan ke bupati, sekda, dan asisten pemerintahan termasuk bappemas dan pemdes yang membawahi para kepala desa dan perangkat se kabupaten madiun.
terkait#panwas dianiaya, pemkab madiun
baca juga
jelang kenaikan bbm pemkab madiun surati camat
hansip dan pasukan kuning di kabupaten madiun dapat kartu jaminan kesehatan
diktan madiun selidiki serangan hama
pemkab madiun bingung nasib bidan ptt
setahun lebih dari seribu lembar
penulis: sudarmawan
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.