surya online, surabaya – kejahatan jalanan di kota surabaya semakin meningkat mendekati lebaran.
yang terbaru, seorang remaja ditusuk dadanya oleh sekelompok perampok lalu motornya dibawa kabur.
peristiwa itu terjadi di jalan jemursari, rabu (16/7/2014) dinihari sekitar pukul 01.
00 wib.
korban adalah imam hanafi (17), pelajar asal nawangan, pacitan yang tinggal di kutisari utara iii, surabaya.
melihat korban tergeletak usai ditusuk, komplotan pelaku kemudian merampas motor suzuki satria ae 2239 zm milik korban.
setelahnya mereka kabur meninggalkan lokasi.
korban yang mengalami luka cukup parah itu sempat ditolong oleh warga, dilarikan ke rsi jemursari.
korban pun sudah melaporkan peristiwa ini ke polsek wonocolo.
“dan petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara ini,” kata kapolsek wonocolo, kompol naufil hartono.
informasi yang berhasil dihimpun, perisiwa itu bermula saat korban melaju sendirian di jalan jemursari.
tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 10 orang mengikutinya dari belakang.
sejurus kemudian, mereka menyalip dan menghentikan laju sepeda motor korban.
itu persis di depan apotek setia di jalan jemursari.
kemudian, sekelompok pemuda itu menuduh korban telah menabrak keluarga mereka.
kemudian mereka meminta pertanggung jawaban.
korban pun membantah mengelak karena memang tidak pernah menabrak orang.
terjadi cekcok di antara mereka.
sepeda motor korban kemudian dirampas, dan korban berusaha memperahankannya.
saat itu, mereka langsung menganiaya korban beramai-ramai.
bahkan, ada seorang pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusukkannya ke dada sebelah kanan korban.
remaja ini pun tak berdaya lagi untuk melakukan perlawanan.
imam hanafi tergeletak di jalan dengan luka tusuk di dadanya.
sementara para pelaku kabur membawa motornya.
“warga yang mengetahui itu langsung berusaha menolongnya.
dia dibawa ke rsi,” kata suprapto, seorang warga.
korban juga sudah melapor ke polisi.
sayangnya, dalam pemeriksaan penyidik dia mengaku tidak sempat mengenal atau menghafal para pelaku.
bahkan, pelat nomor salah satu pelaku juga tidak sempat ada yang dihafalinya.
perampokan dengan modus ini sudah sering terjadi di surabaya dan beberapa daerah lain.
pelaku mencegat korban, lalu memaksa minta tanggung jawab.
namun, modus itu masih terbilang efektif dan berhasil.
karena itulah, masyarakat diminta jangan mudah percaya dan harus selalu waspada saat berada di jalan.
penulis: m taufik
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.