surya online, surabaya - penjualan jajanan di sekolah-sekolah kini mendapat perhatian dinas pendidikan (dindik) surabaya.
hal itu menyusul ditemukannya jajanan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin dan borak di jajaran sejumlah sekolah di surabaya oleh badan pengawasan obat dan makanan (bpom) belum lama ini.
humas dinas pendidikan surabaya eko prasetyaningsih mengaku sudah menerima laporan bpom terkait hal itu.
"laporan ini pasti akan kami tindaklanjuti dengan pembinaan-pembinaan ke sekolah,"katanya akhir pekan ini.
rencananya, dindik akan mengundang bpom dan dinas pendidikan untuk memberikan sosialisasi mengenai jajanan sehat di sekolah.
serta dampaknya terhadap ke sehatan.
diakui eko, survey mengenai jajanan pasar ini bukan kali pertama.
tahun 2013 lalu juga diadakan survey serupa dan pihaknya sudah melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.
"sebenarnya ini tidak cukup kalau hanya sekolah yang menegur, tetapi dibutuhkan peran institusi lain seperti dinas sosial untuk memberikan pembinaan ke para pedagang jajanan tersebut,"kata eko yang juga kabid pendidikan dasar dindik surabaya.
diakui eko, jajanan pasar yang mengandung bahan-bahan berbahaya itu umumnya di jual di luar sekolah atau di depan pagar sekolah.
sementara jajanan yang dijual di kantin sekolah bisa dijamin kesehatannya karena pihak sekolah melakukan pemantauan rutin.
malah, dindik juga menggelar lomba kantin sehat se surabaya untuk memotivasi mereka menyajikan jajanan sehat dan bersih.
"kalau jajanan yang di luar sekolah memang sulit mengontrolnya karena memang mereka orang luar yang sedang mencari rejeki," katanya.
selama ini pihak sekolah tidak bisa memberlakukan larangan tegas karena tidak ada wewenang.
malah bisa saja para pedagang ini melakukan intimidasi ke sekolah.
"kalau sekolah dilarang masih bisa.
lha kalau pedagang ini dilarang ya susah wong mereka cari rejeki.
"memang seharusnya ada kerjasama dengan instansi terkait untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentanga bahan makanan berbahaya," katanya.
eko juga berharap dari orangtua untuk mendukung langkah ini dengan memberikan bekal anaknya ke sekolah sehingga tidak perlu lagi jajan di luar.
"memang dampak bahan berbahaya ini tidak langsung.
mungkin sekarang tidak ada masalah.
tetapi di kemudian hari akan membahayakan kesehatan,"tukasnya.
baca juga
jajanan anak penyebab keracunan pangan
penulis: musahadah
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.