| Alumnus UPN Bisa Berkarir di Bidang Militer |
surya online, surabaya - sejak dua tahun lalu universitas pembangunan nasional (upn) veteran jatim mendeklarasikan sebagai kampus bela negara.
konsekuensinya, kampus yang berlokasi di wilayah rungkut, surabaya ini memasukkan mata kuliah bela negara dalam kurikulumnya.
ada 3 satuan kredit semester (sks) yang wajib ditempuh.
terdiri, dua sks teori dan satu sks untuk praktek.
penerapan ilmu bela negara di upn ini mendapat apresiasi positif menteri pertahanan ri prof purnomo yusgiantoro saat menghadiri perayaan dies natalies di gedung giri loka, upn veteran surabaya, sabtu (5/7/2014).
menurutnya, ilmu terapan pertahanan (bela negara) ini sangat dibutuhkan mengingat banyak berkembangnya ancaman negara.
tidak hanya ancaman militer, tetapi nir militer seperti cyber terorism dan narkoba.
kondisi ini, ditambah dengan dinamika perkembangan negara yang berada pada posisi silang, diantara dua benua dan samudera yang memungkinkan banyaknya kapal dari negara lain yang melewati dan mengincar kekayaan indonesia.
serta perkembangan teknologi dunia yang cukup pesat.
ancaman-ancaman ini perlu ditanggulangi dan ditangkal.
dan, untuk menangkalnya, dibutuhkan hard power dan soft power.
artinya cara penyelesaian dengan damai, meskipun sebenarnya pihaknya siap perang karena perang bisa terjadi setiap saat.
"hard power dan soft power ini dirangkum dalam satu wadah sehingga membentuk soft power yang hanya bisa dilakukan di perguruan tinggi," kata menteri kelahiran semarang, 16 juni 1951.
selain di upn veteran jatim, penerapan ilmu terapan pertahanan kini sudah diterapkan di upn veteran jogjakarta dan jakarta.
alumnus ketiga kampus ini diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkarir menjadi militer aktif dan mengikuti jenjang karirnya.
"atau tetap diprofesional, tetapi siap setiap saat untuk mendapatkan panggilan membela bangsa dan negara," terangnya.
terkait#upn surabaya
baca juga
fomedlistik, cara gampang menulis berita
wisudawan terbaik upn ini mampu jawab tantangan orangtua
penulis: musahadah
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.