Halaman

Selasa, 17 Juni 2014

Wahyono, Tuna Netra asal Banyuwangi yang Jago Qoriah




Wahyono, Tuna Netra asal Banyuwangi yang Jago Qoriah
Wahyono, Tuna Netra asal Banyuwangi yang Jago Qoriah






surya, online, banyuwangi-mempunyai keterbatasan di indera pengelihatan yakni buta sejak lahir menumbuhkan keunggulan lain pada diri wahyono (21).
warga desa gombeng, kecamatan kalipuro, kabupaten banyuwangi ini punya suara emas yang mengantarnya menjadi wakil jawa timur dalam lomba musabaqoh tilawatil quran tingkat nasional di batam 13 juni lalu.
dalam lomba qiroah kategori tuna netra, wahyono mampu meraih peringkat dua dan berhak mendapatkan hadiah uang rp 20 juta.
remaja kelahiran 16 juni 1993 itu kalah satu poin dari juara pertama yang berasal dari provinsi banten.
"di final, saya dapat nilai 93.
sementara yang menang nilainya 94.
kata dewan juri, lagu dan cengkok saya kurang mantab.
masih harus banyak latihan lagi," kata wahyono, selasa (17/6/2014).
belajar qiroah sejak 2006, wahyono, yang buta sejak lahir, awalnya belajar sendiri.
waktu itu, belajar bermodal hafalan dari kaset.
setiap hari dirinya mendengarkan kaset qiroah dan kemudian melafalkannya dengan cara direkam dan kemudian dibandingkan.
ketika itu, wahyono hanya meniru apa yang didengarnya tanpa mengerti bahwa ada banyak lagu dan cengkok dalam qiroah.
"tapi akhirnya ada guru yang mengajari.
ustad juanadi yang pertama kali mengajari qiroah dan akhirnya ada beberapa ustad lagi yang mengajari teknik agar lebih mantab qiroahnya," lanjut wahyono saat ditemui di sekolah luar biasa a negeri, banyuwangi tempat dirinya sekolah.
setelah menguasai teknik yang benar dan memiliki rasa percaya diri, barulah wahyono mengikuti lomba.
awalnya, tentu saja lomba di tingkatan kabupaten dan kemudian secara berkala mengikuti lomba mtq tingkat provinsi.
saat seleksi tingkat provinsi untuk persiapan mtq nasional di batam, wahyono sebenarnya hanya meraih peringkat dua.
namun, kanwil agama jawa timur punya pertimbangan lain dan memilih wahyono untuk ke batam ketimbang qoriah peringkat pertama.
kepercayaan ini dibayar tuntas oleh wahyono dengan mempersiapkan diri dengan serius.
makan dan minum dijaga.
gorengan dan es yang selama ini jadi kegemarannya untuk sementara waktu disingkirkan.
namun ada satu pantangan yang dirasa berat saat itu.
yakni tidak boleh menyanyi yang menjadi hobinya.
wahyono selain seorang qoriah, juga kondang sebagai penyanyi.
beberapa kali dia menyabet juara dalam lomba menyanyi untuk kalangan tuna netra.
"saya tiga bulan puasa menyanyi.
karena nyanyi dengan qoriah punya teknik yang berbeda.
takutnya, kalau saya menyanyi teknik qoriah yang sudah dilatih jadi rusak," ucap bungsu dari sembilan bersaudara ini.
puas dengan capaian peringkat dua mtq tingkat nasional, putra pasangan sudi-sudimah ini punya keinginan lain.
yakni punya rekaman qoriah sendiri.
"tapi untuk saat ini belum dilakukan, butuh teknik yang sempurna untuk rekaman dan dijadikan cd," ucapnya.
selain merekam dan memproduksi cd qoriah, wahyono punya keinginan lain yang belum terpenuhi, yakni membelikan rumah bagi ibunya.
rencananya, hadiah rp 20 juta yang diperolehnya sebagai peringkat dua di mtq tingkat nasional akan dibelikan rumah.
"sampai saat ini, ibu masih numpang di kakak.
untuk itu, saya ingin belikan rumah, biar saya bisa tinggal bersama.
tapi ini uangnya masih belum cukup, harus nabung lagi," kata wahyono yang bercita-cita sebagai guru vokal dan musik.





baca juga



surat suara khusus tuna netra hanya untuk dpd





penulis: wahyu nurdiyanto

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.