surya online, surabaya - berawal dari kerepotan membawa tas ke sekolah, empat siswa smak st hendrikus, surabaya, andreathena bernadine tantama, giovana lei cayaningratih montana, alvin clarence dan fabiana giovani kailimang menciptakan techno kid's bag, tas yang bisa dikendalikan dari jarak jauh laiknya mobil remote control.
andrea merasakan betapa repotnya membawa tas ke sekolah.
setiap hari tak kurang tiga tas dibawanya.
tas untuk buku-buku pelajaran, tas laptop dan tas berisi makanan.
ini belum termasuk tas pakaian dan peralatan olahraga yang dibawanya saat pelajaran olahraga.
"benar-benar di punggung rasanya tidak enak," aku andrea ditemui di sekolahnya belum lama ini.
dia pun mencari informasi apakah hal itu juga dialami siswa sekolah lain, akhirnya bersama dengan ketiga temannya, mereka mendatangi vita school dan smp santa clara surabaya.
di vita school mereka mendata siswa-siswa kelas 1 dan 2 sd, sedangkan di smp santa clara mereka menanyai siswa kelas 9 dan ada 10 siswa yang diwawancarai per kelasnya.
"rata-rata tas yang mereka bawa setiap hari 5 kg untuk kelas 1 dan 2, sedangkan kelas 9 sampai 7 kg," terang andrea.
hal ini dibandingkan dengan dirinya dan giovana yang ternyata setiap hari membawa beban sekitar 10 kg ke sekolah.
"kok bisa kami setiap hari membawa beban sebesar itu dengan naik tangga ke kelas.
akhirnya kami mikir bagaimana caranya meringankan beban itu sehingga tidak memberatkan," kata giovana.
apalagi, dari beberapa artikel yang dibacanyan ternyata membawa tas berat itu berpengaruh terhadap kondisi tubuh.
seperti punggung yang condong ke depan karena terlalu berat membawa tas ransel atau cangklongan.
sementara tas koper akan membuat engsel bahu tertarik.
mereka lalu menemukan ide untuk membuat tas mereka bisa berjalan sendiri.
ide ini semakin kuat ketika mereka melihat mobil remote control yang ternyata juga bisa membawa beban berat.
mereka pun mulai menggabungkan fungsi tas dengan mobil remote kontrol.
pertama mereka mencoba dua mobil tamiya yang langsung dikombinasikan pada tas.
"memang bisan tetapi hasilnya tas harus berjalan berdiri dan itu menyulitkan.
apalagi tidak bisa membawa beban terlalu berat," kata geovana.
mereka lalu mencari mobil lain yang lebih kuat.
akhirnya diambil satu mobil mainan berukuran besar.
body mobil dipreteli dan bagian atasnya disambungkan dengan bagian belakang tas ranselnya.
karena bebannya berat, mereka pun menambahkan baterai hingga berjumlah 12.
baterai ini bisa diisi ulang (di-charge) jika habis.
cara mengoperasikan, tas tinggal dikendalikan mobil remote control dari belakang sehingga tidak mengurangi bebannya.
tas yang dibuat dengan biaya rp 600.
000 ini bisa dipakai anak-anak usai 4 hingga 7 tahun.
dan mereka berencana untuk memperkuatnya sehingga bisa dipakai remaja dan dewasa dengan beban yang lebih berat.
"ini masih prototipe.
ke depannya mungkin bisa dikembangkan.
bahkan bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi yang selama ini juara membuat robot," kata andrea.
inovasi ini mendapat sambutan dari pihak sekolah.
rencananya jika inovasi ini berkembang akan dibuatkan track khusus tas remote kontrol yang akan dibuat di sekolahnya.
techno kid's bag ini berhasil meraih medali emas di ajang asian young inventor exhibition (ayie) 2014 di malaysia belum lama ini.
mereka menyisihkan perwakilan dari 20 negara.
ayie digelar dalam acara itex (international invention, innovation and technology exhibition) dan dikelola oleh minds (malaysian invention and design society) bekerjasama dengan kementerian pendidikan serta kementerian sains, teknologi dan inovasi pemerintah malaysia.
terkait#preteli, mobil remote, pasang, 12 baterai
baca juga
satpol pp razia tujuh pasangan tidak resmi
berebut simpati dengan program wali lima
arema cronous masih bongkar-pasang pemain
dua pasang remaja bermesraan diciduk pol pp
empat permainan yang biasa dilakukan perempuan
penulis: musahadah
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.