surya online, malang – perusahaan daerah air minum (pdam) kota malang berencana menaikkan tarif air ke pelanggan sebesar 20 persen untuk menekan subsidi biaya operasional.
direktur utama pdam kota malang, jemianto, mengatakan, sejak 2009 sampai sekarang, pdam belum pernah menaikan tarif dasar air.
padahal, imbas kenaikan bahan bakar minyak, kenaikan tarif dasar listrik, dan pengaruh inflasi menyebabkan biaya operasional pdam ikut naik.
menurutnya, saat ini, biaya operasional pdam mencapai rp 2.
850 per 1.
000 liter.
sedangkan, biaya operasional yang diterapkan pdam sekarang masih rp 2.
379 per 1.
000 liter.
setiap tahun, pdam harus memberikan subsidi untuk menutup kekurangan biaya operasional tersebut.
“laba kami setiap tahun berkurang karena biaya yang dikeluarkan untuk subsidi biaya operasional pdam.
pada 2012, laba pdam mencapai rp 21,9 miliar, sedangkan 2013 turun menjadi rp 12 miliar.
penurunan laba itu akibat semakin meningkatknya biaya operasional pdam dan subsidi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya, selasa (10/6/2014).
saat ini, tarif dasar air untuk masyarakat berpenghasilan rendah rp 2.
200 per 1.
000 liter, sedangkan tarif dasar air untuk umum rp 2.
500 per 1.
000 liter.
“tarif dasar air untuk umum bisa menjadi rp 3.
000 per 1.
000 liter.
rencananya, kenaikan tarif dasar air dilakukan setelah lebaran.
sedangkan tarif dasar air untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kami usahakan tidak dinaikan dulu,” ujarnya.
ia menjelaskan, jumlah pelanggan pdam di kota malang saat ini 129.
500 sambungan rumah.
dari total jumlah pelanggan itu, 28.
500 merupakan pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (mbr).
menurutnya, biaya subsidi yang dikeluarkan pdam untuk 8.
500 mbr pada 2013 sekitar rp 4,8 miliar.
tahun ini, kata jemianto, pdam menargetkan pemasangan 12.
000 sambungan untuk mbr sekaligus pemasangan sambungan mbr tahun yang terakhir.
untuk itu, para mbr yang belum mendaftar diharapkan segera mendaftar.
“sampai sekarang sudah ada 4.
000 mbr yang mendaftar, masih ada 8.
000 kuota lagi untuk mbr.
tahun ini merupakan program terakhir untuk sambungan mbr.
program ini khusus untuk warga miskin dan daerah yang masih sulit air,” katanya.
jemianto menambahkan, biaya pemasangan sambungan untuk mbr akan disubsidi.
mbr hanya membayar rp 500.
000 untuk pemasangan sambungan dari biaya normal rp 1.
250.
000 per sambungan.
“biayanya juga bisa diangsur lima kali.
pembayaran pertama rp 250.
000, lalu sisanya bisa diangsur sebanyak lima kali,” ujarnya.
sekretaris komisi b dprd kota malang, bambang triyoso, mengatakan, perlu ada penyesuaian tarif air pdam sebab sudah lima tahun ini pdam tidak pernah menaikan tarif.
sedangkan, biaya operasional pdam terus naik dampak dari inflasi.
“penyesuaian tarif air pdam memang perlu agar kondisi pdam tetap sehat.
tetapi yang perlu diperhatikan, kenaikan tarif harus secara periodik agar tidak memberatkan masyarakat.
kenaikan bisa dilakukan dua tahun sekali secara bertahap dan memperhatikan kemampuan masyarakat,” katanya.
terkait#pdam, naikan, tarif air, tahun ini
baca juga
tuban tetapkan kenaikan tarif angkot 20 persen
fenomena baru, publik kecam unjuk rasa
dewan setuju usulan kenaikan tarif dishub
kenaikan tarif angkot dan taksi 23 persen, bus kota 15 persen
1 juli, pembagian blsm di kota batu
penulis: samsul hadi
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.