Halaman

Rabu, 11 Juni 2014

Bertuturlah dengan Bahasa yang Baik dan Benar kepada Anak




Bertuturlah dengan Bahasa yang Baik dan Benar kepada Anak
Bertuturlah dengan Bahasa yang Baik dan Benar kepada Anak






surya online, bangkalan - anak sebagai generasi bangsa, harus dibekali dengan sebanyak mungkin kosa kata yang baik dan benar.
untuk itu, pilihlah bahasa yang tepat dengan panggunaan  simbol-simbol yang tepat pula demi terciptanya karakter bangsa di masa yang akan datang.
bahasa merupakan media penuangan gagasan yang berkembang sejelan dengan pertumbuhan kehidupan masyarakat.
bahasa bukan hanya dibentuk untuk menampung gagasan atau sekedar wahana, melainkan juga penghela ilmu pengetahuan serta membentuk prilaku masyarakat.
karena itulah, program studi sastra inggris fakultas sosial dan ilmu budaya (fisib) universitas trunojoyo madura (utm) memilih tema 'anak-anak dalam perspektif sastra, bahasa, dan budaya' dalam seminar nasional bahasa dan sastra (senabastra) vi yang digelar di gedung auditorium, selasa (10/6/2014).
dekan fakultas fisib utm amir hamzah mengatakan, pemilihan tema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa sastra hingga memberikan sumbangsih terhadap fakultas khususnya pembentukan karakter mahasiswa.
"sukses kita ditentukan mulai dari masa kecil.
pemilihan bahasa yang baik dan benar akan mampu membentuk karakter anak sesuai dengan karakter anak indonesia," ungkap amir hamzah dalam sambutannya.
pemateri sugiyono dari balai bahasa jakarta mengatakan, masih banyak ditemukan pada media massa atau pun dalam penulisan skripsi kalimat-kalimat yang hanya mengedepankan makna, bukan mengedepankan simbol-simbolnya.
tak hanya itu, penulisan himbauan yang dipajang di dalam bus kota seperti 'dilarang merokok dan meludah di dalam bus kota', 'yang merokok dimatikan', 'yang punya anak digendong', dan kalimat yang disampaikan dalam acara formal di antaranya 'undang-undang ini berlaku saat ditetapkan'.
"mana bisa merokok dan meludah dilakukan secara bersamaan?.
'yang merokok dimatikan', semua perokok pasti akan dibunuh.
undang-undang itu berlakunya hanya saat ditetapkan saja.
lebih tepatnya menggunakan 'sejak'," papar sugiyono.
sugiyono menegaskan, keberadaan kalimat-kalimat yang hanya mengedepankan makna seperti itu tampaknya sudah bisa diterima masyarakat kendati penggunaan simbol-simbolnya tidak tepat.
"maka dari itu, anak-anak kita harus dibiasakan menerima penggunaan bahasa yang baik dan benar.
kita harus memasukkan 90 persen bahasa yang baik dan benar ke dalam memori anak.
sehingga mampu membentuk karakter bangsa," tegasnya.
pakar anak dari universitas islam negeri (uin) jakarta murti bunanta mengatakan, sastra anak di kampus-kampus negara maju seperti amerika sudah mempunyai program studi sastra anak, mata kuliah, atau pun kajian-kajian besar terkait sastra anak.
"kualitas penggunaan bahasa kita masih kurang bagus karea kita belum mengenalkan sastra anak," kata perempuan penulis buku cerita anak-anak dan  budaya itu.





baca juga



belajar bahasa kedua perlambat proses penuaan





penulis: ahmad faisol

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.