surya online, kediri - sopir dump truk pengangkut material pasir dari gunung kelud menyesalkan tindakan arogan oknum petugas dinas perhubungan kabupaten kediri yang saat melakukan razia ada yang merusak kaca dan spion truk hingga pecah.
"ada satu oknum yang bertindak arogan dengan memukul-mukul bodi kendaraan truk dan memecahkan kaca spion," ungkap koesjanto, ketua asosiasi jasa angkutan material kelud (asmak) kepada surya online, sabtu (7/6/2014).
dijelaskan koesjanto, oknum yang bertindak arogan itu berinisial j dan bertugas di kantor dishub kabupaten kediri.
dari laporan yang diterima anggotanya, ada sejumlah truk yang menjadi korban tindakan arogan petugas.
menyusul ulah arogan itu, nyaris memicu bentrok antara sopir truk dengan oknum tersebut di sekitar pasar wates.
"memang tindakannya sudah sangat keterlaluan, makanya kami sangat menyesalkan," ungkapnya.
sebelumnya, ratusan sopir dump truk pengangkut material pasir dari gunung kelud juga resah menyusul kegiatan razia 24 jam yang dilakukan petugas dishub kabupaten kediri.
apalagi dalam melakukan razia juga tebang pilih karena hanya menilang angkutan pasir dan membiarkan truk angkutan tebu yang juga kelebihan dimensi muatannya.
"sudah ada 48 anggota kami yang ditilang petugas dishub, tapi tidak ada satupun truk tebu yang kelebihan muatan yang ditilang," ujarnya.
para sopir truk yang menjadi korban tilang ini berencana mendatangi kantor dishub dan pemkab kediri untuk mengadukan tindakan petugas dishub kabupaten kediri.
"akibat kegiatan razia petugas para sopir dump truk tidak dapat mencari nafkah dengan nyaman," ungkap mukson, salah satu sopir kepada surya online.
dikonfirmasi terpisah kepala dishub kabupaten kediri ir gembong sujatmiko menjelaskan, petugasnya memang melakukan razia truk angkutan pasir yang muatannya melebihi dimensi.
"hanya truk yang tidak sesuai dengan dimensi yang kami tindak," jelasnya.
gembong beralasan karena banyak jembatan dan jalan di kabupaten kediri yang rusak akibat lalu lalang truk material pasir dari lereng gunung kelud.
sementara hanya truk material yang menjadi sasaran razia petugas karena untuk angkutan truk tebu telah ada kesepakatan antara perwakilan petani, kepolisian, dinas perhubungan dan pabrik gula.
"truk tebu meski melebihi dimensi tapi isinya tidak berat seperti truk pasir," jelasnya.
terkait#oknum dishub, arogan, pecah, kaca spion
baca juga
rekor dyvy dipatahkan barkla
asosiasi kades pecah, ketua dukung kofifah sekretaris dukung karsa
peredaran uang palsu terbanyak pecahan rp100 000
jelang pilkada, "oto iskandar di nata" jadi favorit
lagi, pencurian modus pecah kaca mobil terjadi di surabaya
penulis: didik mashudi
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.