Halaman

Rabu, 11 Juni 2014

KPK Lakukan Rekonstrusi Kasus Tanah Bogor




KPK Lakukan Rekonstrusi Kasus Tanah Bogor
KPK Lakukan Rekonstrusi Kasus Tanah Bogor






surya online, jakarta - komisi pemberantasan korupsi (kpk) melakukan rekonstruksi terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian suap untuk mendapat rekomendasi dalam tukar-menukar kawasan hutan di kabupaten bogor.
    "baru saja tim penyidik kpk melakukan rekonstruksi di tiga lokasi terkait penyidikan kasus tukar-menukar tanah di bogor yaitu pertama di rumah cahyadi kumala di widya chandra, kedua taman budaya sentul city bogor dan kantor bupati bogor," kata juru bicara kpk johan budi di jakarta, rabu (11/6/2014).
    ikut serta dalam rekonstruksi tersebut tiga tersangka yaitu bupati bogor rachmat yasin, kepala dinas pertanian dan kehutanan kabupaten bogor muhammad zairin serta salah satu pegawai pt bukit jonggol asri (bja) bernama franciskus xaverius yohan yap serta cahyadi kumala alias swie teng yang juga komisaris utama pt bja.
    "rekonstruksi untuk mengulang peristiwa, dan yang ikut adalah ketiga tersangka dan juga saksi cahyadi kumala," tambah johan.
   namun johan tidak menjelaskan apa yang dilakukan para tersangka di rumah direktur utama  pt sentul city tersebut.
    kpk juga telah telah mencegah cahyadi dan komisaris pt bja lain, haryadi kumala bepergian ke luar negeri sejak 9 mei 2014 terkait kasus ini.
kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (ott), rabu (7/5/2014) di bogor.
kpk mendapatkan uang rp1,5 miliar sebagai barang bukti suap untuk rachmat yasin.
uang itu diduga adalah pemberian tahap terakhir karena sebelumnya ia telah menerima uang rp3 miliar untuk mengeluarkan rekomendasi atas lahan hutan seluas 2.
754 hektar.
(ant)




berita terkait: bupati bogor ditangkap kpk



pemkab bogor belum terima pengunduran diri rahmat yasin


kpk periksa direktur bukit jonggol asri


bupati ditahan kpk, pemkab tidak mutasi pejabat


sehari, kpk geledah lima kantor


jubir bakrie sebut bukit jonggol telah dijual ke mnc group






editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.