Halaman

Rabu, 18 Juni 2014

Habis Sidang, Terdakwa Dipukul Sandal









surya online, blitar - sidang perampokan disertai pembunuhan dengan terdakwa edi wiyono (40), warga dusun gambaranyar, desa sumberasri, kecamatan nglegok, rabu (18/6/2014)siang, membuat petugas bersiaga.
sebab, zulaikah (40), istri alm h tohari (52), warga jl jati gang 4, kelurahan/kecamatan sukorejo, kota blitar, yang dibunuh pelaku, terus beruaha menyerangnya.
beruntung, polisi berhasil menghalaunya.
tak hanya saat dibawa masuk namun ketika dibawa keluar dari ruangan sidang, zulaikah terus mengejarnya.
begitu berada di dekatnya, zulaikah langsung melepas sandalnya dan dipukulkan ke kepala terdakwa.
tak ketinggalan, solikin (18), anak korban, juga demikian, ikut  melempar muka terdakwa dengan botol air mineral.
sidang sendiri hanya berlangsung 10 menit karena kelima saksi yang meringankan terdakwa tak hadir.
akhirnya, oleh majelis hakim, syahrizal alamsyah sh, sidang ditunda, senin (23/6/2014) mendatang.
pada perkara ini, edi diancam pasal berlapis, yakni pasal 340 kuhp (pembunuhan berencana) subsider pasal 338 kuhp (pembunuhan) dan pasal 365 kuhp (perampokan), dengan ancaman hukuman lebih dari 20 tahun penjara.
ia ditangkap di padang, sumatera barat, pada 4 februari 2014 ketika melarikan diri sehabis membunuh tohari pada senin 20 januari 2014 lalu.
"kami mempertanyakan, temannya dia (edi) karena saat datang ke rumah dan mengajak suami saya pergi, ia bersama satu temannya.
kenapa kok hanya dia saja pelakunya," ujar zulaikah.
perlu diketahui, pembunuhan ini bermotif perampokan.
yakni, pelaku merampok mobil korban, kijang lgx tahun 2010 nopol ag 1319 au, dan uang rp 100 juta.
uang itu sedianya akan dipakai buat membeli toyota rush, yang akan ditukartambahkan dengan kijang lgx tersebut.
untuk menjalankan aksinya, edi dan satu temannya, datang ke rumah juragan onderdil mobil tersebut, kemudian diajak pergi.
tujuannya, akan melakukan tukar tambah mobilnya itu.
namun sesampai di dusun salam, desa kedawung, kec nglegok, senin (20/1/2014) malam itu, korban dibunuhnya.
"kami yakin, pelakunya banyak karena kalau hanya satu orang saja, pasti kalah melawan suami saya.
sebab, saya tahu betul suami saya itu pendekar pencak (silat)," ungkapnya.
lima hari kemudian, sabtu (25/6/2014) sore, mayat korban ditemukan di tegalan tebu namun dinyatakan mr x karena tak beridentitas.
sehari kemudian, minggu (26/1/2014) siang, mayat korban dikenali saudaranya dari gigi pasangan, cincin dan pakaian yang dikenakannya.
bersamaan itu, minggu sore itu juga, mobil kijang korban ditemukan di sebuah show room, di jl raya jatilengger, kecamatan srengat.
kata pemilik show room, ia membeli mobil dari dua orang yang datang ke tempatnya, senin (20/1/2014) sore lalu.
mobil itu dibelinya seharga rp 95 juta karena dilengkapi stnk dan bpkb-nya.





baca juga



mayat di kebun tebu, ternyata wahyudi sopir rental





penulis: imam taufiq

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.