| Warga Tanami Pisang di Tengah Jalan |
surya online, blitar - warga desa candirejo, kecamatan ponggok, kab blitar, melakukan aksi pemblokiran jalan desanya.
itu dilakukan mulai sabtu (10/5/2014) malam kemarin hingga minggu (11/5/2014) siang.
aksi itu merupakan bentuk kekesalan warga akibat jalan desanya rusak karena dilewati truk fuso yang mengangkut pasir setiap hari.
padahal, jalan itu baru diaspal setahun lalu namun kini sudah rusak kembali sepanjang 10 km.
dalam aksinya, warga menanam puluhan pohon pisang dan bambu yang ditanam di tengah jalan.
akibatnya, semua jenis kendaraan roda empat tak bisa melintas.
sebab, selain batu ditumpuk di tengah jalan, tonggak kayu juga dipakai menutup jalan tersebut.
imbasnya, arus kendaraan dari dua arah di desa itu lumpuh total karena hanya bisa dilewati sepeda motor.
padahal, jalan desa itu merupakan jalan alternatif yang menghubungkan blitar-pare, melalui kecamatan ponggok dan wates.
nur cholis (43), perwakilan warga mengatakan, aksi pemblokiran jalan ini karena warga kesal dengan ketidaktegasan pemkab, yang terkesan melakukan pembiaran terhadap truk pasir yang melintas di desanya setiap hari.
akibatnya, meski jalan desa itu diperbaiki tiap tahun namun selalu rusak sebelum waktunya.
"kalau jalan desa kami rusak, maka yang rugi kami sendiri.
penyebabnya, karena setiap hari dilewati lebih dari 50 truk fuso yang mengangkut pasir," paparnya.
menurutnya, jika aksi ini tak ada tanggapan dari pemkab dan truk pasir itu masih dibiarkan melintas, maka jangan salahkan warga kalau akan berbuat nekat.
"kami tunggu sampai besuk (senin hari ini), kalau masih ada truk pasir lewat, kami akan menghentikan ramai-ramai.
bahkan, bila perlu, bannya akan kami gembosi," ungkapnya.
ditambahkan nur cholis, sebenarnya warga tak hanya protes soal jalan rusak, namun juga mengeluhkan jam operasional truk itu karena sepertinya tak mengenal waktu.
masak, tetiap hari, habis subuh sudah melintas dan kadang baru berhenti menjelang tengah malam.
mereka mengambil pasir dari kali lahar, yang membentang sepanjang kecamatan nglegok dan ponggok.
jumlahnya, ada sekitar 30 lokasi, dengan masing-masing menggunakan alat berat.
informasinya, itu diback up oknum aparat sehingga aman.
menanggapi hal itu, harpianto noegroho, kepala pu bina marga pemkab blitar mengatakan, rusaknya jalan sepanjang 10 km itu sepertinya sudah jadi langganan setiap tahun dan selalu diperbaiki tiap tahun.
bahkan, tahun ini ia sudah menganggarkan kembali.
namun masalahnya, menurutnya, selama ini sepertinya tak ada komitmen dari dinas terkait untuk mengantisipasi rusaknya jalan yang berada di tiga desa itu, yakni desa sidorejo, karangbendo, dan candirejo.
"semestinya, dinas terkait itu juga harus tegas.
jika truk itu muatannya melebihi tonase atau tak layak lewat jalan desa, ya nggak boleh atau dialihkan jalan lain.
kalau tetap dibiarkan seperti, tiap tahun pasti ada masalah yang sama.
jangan sampai rakyat di desa itu yang jadi korbannya," ungkapnya.
terkait#tanam pisang, jalan
baca juga
hendak olahraga pagi, suami-istri dirampok di jalan mer
baru dibangun, gorong-gorong sudah jebol
lobang dan bergelombang
rezeki si kecil
minta irigasi sebelum bangun jalan tol
penulis: imam taufiq
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.