Halaman

Senin, 05 Mei 2014

Unas Hanya untuk Pemetaan









surya online, surabaya -  ujian nasional (unas) masih menjadi momok bagi siswa, orangtua, guru, sekolah, dinas pendidikan setempat, dan tentunya para personel di kementrian pendidikan.
hal inilah yang membuat unas menjadi pertanyaan dalam pertemuan antara joko widodo (jokowi) dan khofifah indar parawansa di rumah khofifah, sabtu (3/5/2014) lalu.
materi tentang unas ini pun dilanjutkan dalam kegiatan diskusi yang digelar relawan jokowi surabaya dengan menghadirkan narasumber, prof warsono dari  unesa, prof zainudin maliki, dan sahudi, mantan kepala dinas pendidikan kota surabaya, minggu (4/5/2014).
bambang dh, ketua tim relawan jokowi surabaya, mengatakan, sengaja memilih tema unas ini karena masih terus menjadi keluhan.
"kami sendiri dari pertemuan antara jokowi dan khofifah, beliau mengatakan kalau unas itu tidak bisa dijadikan ukuran untuk kelulusan.
apalagi sudah ada keputusan ma, bila unas bukan untuk digunakan standart kelulusan siswa," jelas bambang dh.
dalam acara itu, sahudi sebagai mantan kepala dinas pendidikan nasional kota surabaya, menceritakan pengalamannya selama menjadi kepala dinas dalam menghadapi unas.
"kami dibuat pusing dengan sekolah yang menyerahkan nilai-nilai para siswanya untuk dijadikan dasar kelulusan.
padahal siswa, guru, dan orangtua sudah pusing duluan untuk menyiapkan ikut unas," jelas sahudi.
prof zainudin maliki, menambahkan, dirinya sudah lama tidak menyetujui unas ini.
karena dalam undang-undang pun, tidak ada yang menyebutkan bila unas digunakan sebagai standart kelulusan.
"kalau memang untuk mengukur kemampuan akademis, ya unas untuk pemetaan saja.
kalau untuk pemetaan, tidak dilakukan tiap tahun," jelas prof zainudin.
bambang dh menyebutkan bila jokowi dalam jawabannya ketika ditanya saat pertemuan di rumah unas bisa saja ditiadakan.
karena sudah ada otonomi daerah yang bisa mengukur kemampuan masing-masing siswanya dalam hal akademik.
"unas untuk pemetaan pun bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
kemudian hasilnya bisa digunakan untuk memperbaiki yang kurang.
misalnya di jawa timur, hasil unas menyebutkan kurangnya guru-guru yang profesional, tinggal dikembangkan untuk membentuk mereka profesional menggunakan dana apbn," jelas bambang.
atau di papua yang pendidikannya kurang akibat jumlah guru yang kurang, maka bisa dilakukan pengembangan untuk peningkatan jumlah guru-gurunya.
dalam acara itu, relawan jokowi surabaya memang sengaja menggelar acara untuk menemukan materi yang bisa disampaikan atau bisa digunakan oleh jokowi saat dia mencalonkan diri sebagai presiden.
"semacam program-programnya yang sesuai dengan kebutuhan rakyat," tandas bambang.





baca juga



m nuh pun tak pastikan keaslian kunci jawaban unas yang beredar


kejari akan periksa para mantan kepala skpd


kejati endus dugaan gratifikasi wajib pajak


parade budaya dan bunga diwarnai aksi penjarahan penonton


yonathan dan sonya tak jaim beli baju seken di ootd





penulis: sri handi lestari

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.