surya online, nganjuk-siswa smp pelaku pencurian motor (curanmor) harus mengikuti kegiatan ujian nasional di polres nganjuk.
ketiganya siswa masing ca (15), at (15) warga desa babadan dan as (15) warga desa sanan, kecamatan pace, senin (5/5/2014).
ketiga siswa itu kesandung kasus curanmor milik andi yulianto (35) warga kelurahan jatirejo, kecamatan nganjuk.
kendaraan korban hilang diambil ketiga pelaku saat diparkir di gudang mebel karim group desa babadan, kecamatan pace.
pelaksanaan ujian ketiga siswa berlangsung di aula diawasi petugas dari kantor dikpora kabupaten nganjuk dan sejumlah petugas unit ppa polres nganjuk.
sementara pelaksanakan ujian sempat molor karena ada temuan soal dengan nomor ganda dengan soal yang sama dan nomor ganda dengan soal yang tidak sama.
setelah menunggu instruksi dari penyelenggara unas, ujian dilaksanakan dengan terlebih dahulu ditandai lembar soal yang bermasalah sambil menunggu lembar jawaban datang.
selanjutnya ketiga siswa smp itu mengerjakan soal-soal unas.
kasat reskrim polres nganjuk, akp deddi iskandar mengatakan, meski ketiga pelaku terlibat perkara di kepolisian, namun siswa mempunyai hak yang sama untuk melaksanakan ujian nasional.
"meski begitu proses hukum untuk ketiga siswa tetap berjalan," jelasnya.
baca juga
bupati jombang pantau unas tanpa masuk ruang
penulis: didik mashudi
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.