Halaman

Senin, 05 Mei 2014

Cagar Budaya Trowulan Harus Sejahterakan Masyarakat









surya online, mojokerto - setelah ditetapkannya trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional akan membawa konsekuensi lebih dari sekadar nilai arkiologis.
dirjen kebudayaan kemendikbud kacung marijan menyatakan bahwa penetapan itu harus membawa implikasi ekonomi kepada masyarakat trowulan dan sekitarnya.
demikian disampaikan usai membuka sosialisasi penetapan trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional di museum majapahit, trowulan, kabupaten mojokerto.
kota yang diyakini sebagai ibu kota kerajaan majapahit tersebut adalah bagian dari peradaban sejarah indonesia.
"tak hanya memiiki nilai sejarah akademik dan ideologis kebangsaan, namun yang lebih penting trowulan harus mampu menyejahterakan masyarakat," kata kacung.
bagaimana keberadaan situs-situs di trowulan mampu melahirkan implikasi kemakmuran pada masyarakat sekitar.
ekonomi hidup dan terus bergerak di trowulan seiring banyaknya pengunjung.
kacung melihat banyak peninggalaan kerajaan di indonesia sulit diidentifikasi.
hanya trowulan sebagai ibu kota majapahit yang diyakini sejarah.
di kutai kertanegara, sampai saat ini masih sulit diidentifikasi ibu kotanya dimana.
begitu juga di jabar, ada kerajaan taruma negara.
kemudian di sumatera ada kerajaan sriwijaya.
sampai-sampai ada sejumlah negara lain yang mengklaim kerajaan itu bagian dari mereka.
kemendikbud berharap dampak ekonomi budaya itu yang harus diciptakan.
banyak orang berbondong-bondong ke trowulan melihat sejarah kebesaran indonesia.
"sedang kita susun draf rencana pengembangan.
sekarang sudah penyempurnaan.
museum akan kita buat lebih bagus dan menarik.
utamanya kita kembangkan di gugus inti di trowulan seluas sekitar 4,5 km dulu yang kita garap.
pembangunannya bertahap bersama kementerian pu dan pemerintah daerah," kata kacung.
akan ada kawasan pengembangan.
pengunjung makin nyaman.
menurut kacung, pasti mereka akan mampir untuk sekadar mencari makan dan minum.
jika yang berlama-lama, mereka bisa juga menginap di hotel.
kemudian ditunjang industri kecil rumahan untuk membuat souvenir dan oleh-oleh.
kemendikbud telah menetapkan trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional.
kawasan ini membentang hingga tiga kabupaten dan kota.
selain trowulan yang masuk kabupaten mojokerto, sebagian kota mojokerto dan sebagian kabupaten jombang masuk kawasan ini.
luasannya sekitar 9 x 11 km.
nantinya akan gugus inti dan noninti.
gugus a - h.
mana yang boleh dikembangkan dan mana yang masuk kawasan suci.
siang tadi, hal itu disosialisasikan bersama seluruh peman dan masyarakat.
hadir pula arkeolog ui yang merupakan tim ahli cagar budaya prof mundarjito.
pakar sejarah ini menuturkan bahwa semua pihak harus sinergis mewujudkan impian bersama menjadikan trowulan sebagai kawasan cagar budaya yang diakui dunia.
"trowulan adalah kota tua di dunia.
ada candi begitu luar biasa.
tapi harus diakui banyak lembaran tanah kita hilang," kata mundarjito.
nasib pabrik bajakepala badan pelestarian cagar budaya aris soviyani saat ditemui menyampaikan bahwa wajah trowulan akan lebih arkeologis.
termasuk akan ada kampung majapahit.
"nanti juga ada kendaraan khusus (kereta kuda) yang hanya boleh masuk di gugus inti di sekitar kolam segaran dan museum ini.
tapi dengan penetapan cagar budaya tidak kemudian pabrik rokok, spbu, dan industri yang ada disingkirkan.
akan ditata ulang," kata aris.
dalam catatan aris, pengunjung di trowulan terus meningkat.
sesuai daftar pengunjung yang tercatat saja, setiap tahun ada sekitar 150.
000 pengunjung.
dengan penambahan fasilitas setelah penetapan cagar budaya, pengunjung diprediksi sampai 300.
000 setahun.
bagaimana dengan keberadaan pabrik baja milik investor sundoro.
saat ini, pabrik yang berdiri di desa jatipasar, kecamatan trowulan, untuk sementara dihentikan izin operasionalnya.
namun perusahaan ini sudah mengantongi izin dasar imb dan izin gangguan.
kacung marijan saat disinggung akan keberadaan pabrik ini, pria asal lamongan ini belum tegas bersikap.
"di kawasan cagar budaya ada pembagian gugus.
di mana boleh ada industri dan tidak, semua diatur.
tapi saya tak mengatakan bahwa pabrik baja boleh berdiri.
saya tak mengatakan ini," kata kacung.
prof mudarjito menyatakan bahwa idealnya memang tak diperbolehkan industri berdiri di kawasan yang sudah ditetapkan pemerintah tersebut.
namun sundoro saat dihubungi mengaku bahwa dirinya akan terus melakukan komunikasi dengan semua pihak kembali.
"keberadaan kami tidak berada di gugus inti.
saya yakin, masyarakat juga berharap kehadrian pabrik untuk kesejahteraan warga.
mudah-mudahan tak mengganggu nilai arkeolog.
kami juga melangkah dengan izin resmi," kata sundoro.





baca juga



trowulan sebagai cagar budaya nasional disosialisasikan





penulis: nuraini faiq

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.