surya online, madiun-besaran nilai serapan anggaran yang ada di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (skpd) di lingkungan pemkot madiun tergolong rendah.
ini diketahui lantaran besaran total serapan apbd tahun 2014 hingga memasuki triwulan kedua tahun ini baru mencapai 17,7 persen.
padahal, idealnya nilai serapan anggaran memasuki triwulan kedua adalah sebesar 25 persen.
kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (bpkad) pemkot madiun, ahsan sri hasto mengaku pihaknya tak mengetehaui nilai ideal penyerapan anggaran.
menurutnya, ideal nilai penyerapan itu bergantung masing-masing skpd di lingkungan pemkot madiun.
"sekarang serapan apbd baru mencapai 17,7 persen sejak memasuki tri wulan kedua.
ini masalahnya bukan skpd tidak bekerja, akan tetapi lebih banyak disebabkan tender protek dikerjakan 100 persen baru dibayarkan.
sekarang proyek fisik kan baru sedikit penyerapan anggarannya," terangnya kepada surya, minggu (18/5/2014).
serapan proyek fisik itu diantaranya ada di dinas kebersihan dan pertamanan (dkp), dinas pekerjaan umum (pu) bina marga dan cipta karya (bmck), dinas pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga (dikbudpora) serta dinas kesehatan (dinkes).
"hampir semua skp yang memiliki kegiatan rutin, rata-rata serapannya sudah lebih dari 20 persen.
kalau yang memiliki proyek fisik dibawah 20 persen karena proyek selesai 100 persen baru dibayar setelah pekerjaan diperiksa spesifikasinya," imbuhnya.
menurut, ahsan ada beberapa skpd yang belum menyerap anggaran.
alasannya, karena penyerapan anggarannya menggunakan sistem langsung.
sedangkan untuk kegiatan rutin mulai biaya perjalanan dinas, pembelian alat tulis kantor (atk) penyerapannya dilakukan didepan dan dipertanggungjawabkan masing-masing bendahara skpd.
"kecuali kegiatan rutin seperti perkantoran itu harus diserap di depan kemudian dipertanggungjawabkan bendahara," tegasnya.
sementara saat ditanya mengenai skpd yang paling minim menyerap anggaran, ahsan menegaskan rata-rata skpd yang memiliki proyek fisik besar.
yakni dkp, dinas pu bmck, dikbudpora dan dinkes.
"kami perkirakan sekitar juli hingga september mendatang, penyerapan apbd akan semakin besar volumenya, karena bulan itu sebagian besar proyek fisik telah selesai dikerjakan.
posisi bulan-bulan itu, biasanya baru mengeluarkan anggaran besar-besaran," pungkasnya.
baca juga
serapan apbd rendah indikasi kegagalan perencanaan
penulis: sudarmawan
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.