surya online, surabaya-abdul chodir secara mendadak tidak jadi ikut bertarung memperebutkan ketua umum pengprob persatuan bulu tangkis seluruh indonesia (pbsi) jatim.
dia memutuskan batal maju dalam pemilihan di musyawarah olahraga provisi (musprov) pbsi di banyuwangi, 29 mei 2014.
mundurnya chodir dari persaingan memperebutkan kursi ketua umum pbsi jatim periode 2014-2018 ini, dilontarkan bayu wira.
ketua harian pbsi surabaya itu menjelaskan, chodir sendiri yang memutuskan mundur dari persaingan.
pria yang juga ketua pbsi surabaya ini berdalih sibuk dengan urusan pekerjaaan dan memilih fokus membina bulu tangkis surabaya.
"saat ini beliau (abdul chodir) sedang sibuk, jadi memilih tidak jadi maju (kejuta pbsi jatiam)," jelas bayu, minggu (18/5/2014).
menurut bayu, selama ini dukungan pengkot/pengkab pbsi di jatim ke chodir untuk memimpin induk organisasi bulu tangkis tertinggi di jatim cukup besar.
"mau bagaimana lagi, keputusan tetap ada ditangan calon (abdul chodir)," kata bayu.
sekum pbsi surabaya, nanang hidayat secara terpisah menambahkan, chodir sudah mengajukan surat mundur dari pencalonan ketua umum pbsi jatim.
"surat itu diberikan ke panitia musprov pada tanggal 8 mei lalu.
alasan beliau karena masalah pekerjaan yang tidak bisa ditinggal," jelas nanang.
mundurnya abdul chodir dari busra pencalonan, maka kursi ketua umum pbsi jatim empat tahun kedepan kemungkinan diperebutkan wijanarko adimulya (ketua bidang pembinaan prestasi pbsi jatim) dan ketua umum pbsi jatim saat ini, yacob rusdianto dan nurrohim (pbsi malang).
majunya wijanarko dalam perebutan ketua umum, cukup mengejutkan.
selama ini dia adalah orang kepercayaan yakob rusdianto.
wijanarko merupakan manajer tim bulu tangkis jatim di pon 2012 lalu.
selain itu widjarnarko juga juga kepar diberikan kepercayaan menjadi manajer bagi tim jatim saat berlaga di beberapa kejuaraan nasional.
kabarnya, wijanarko dan yakob sedang ada persoalan.
wijanarko kini sudah tidak beraktivitas sebagai pengurus di pb suryanaga.
baca juga
4 calon bersaing rebut ketum pbsi jatim
penulis: fatkhul alami
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.