surya online, batu - perilaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak akhir-akhir ini mememuhi halaman media massa.
bahkan, perilaku tidak melindungi anak itu terjadi banyak di daerah-daerah.
kondisi ini membuat anak trauma dalam hidupnya jika tidak diberi tindakan khusus.
kamis (22/5/2014), badan pemberdayaan masyarakat perempuan dan keluarga berencana (bpmkb) mengumpulkan anak-anak yang tergabung dalam forum anak kota batu di hotel palemsari jl raya punten.
mereka diberi motivasi oleh psikolog dari universitas negeri malang, dr umi dayati mpd.
menurut umi, anak-anak sekarang kebanyakan pintar.
namun, kepintaran tersebut harus selalu digosok supaya memiliki karakter yang baik.
dalam kesempatan itu, umi memberikan memotivasi kepada anak-anak supaya bangga menjadi anak indonesia, bangga menjadi anak batu, dan kuat secara spiritual, serta emosional.
“kalau digosok lama lama menjadi baik.
forum seperti ini bisa membuat anak berkreasi.
mereka jangan dimarahi saja,” papar umi.
usai memberikan motivasi, anak-anak yang tergabung dalam forum anak kota batu maha satu ini menampilkan teaterikal disertai puisi.
teaterikal tersebut berisi tentang perlunya perlindungan terhadap mereka.
anak jangan di bully.
sedangkan puisi yang dibacakan dengan intonasi kadang lambat dan cepat oleh anggota maha satu membuat peserta terenyuh dan menitikkan air mata.
di antara anggota teaterikal lainnya membawa pesan di kertas kartun, ‘stop sex abuse kekerasan seksual’, ‘kami butuh kasih sayang’, ‘kami butuh cinta’, ‘hargai hak kami’, ‘no more bully’.
fidopilia? sekolah parenting.
kedua, pendidikan seks jangan dianggap tabu.
ajarkan sesuai umurnya.
kontrusktif sehingga anak-anak tidak menganggap tabu.
padahal itu dalam kehidupan sehari-hari.
jangan sering-sering disuruh melihat, ceritakan sesuai tahapan perkembangan anak.
menurut dosen pendidikan luar sekolah ini, televisi salah satu faktor menciptakan karakter anak.
tanpa disadari, tayangan dalam televisi menanamkan kekerasan.
“walaupun mungkin maksudnya tidak seperti itu,” ujarnya.
karena itu, peran orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah dalam melindungi anak sangat penting mengasuh.
kalau dulu mengasuh anak pada saat paud dan tk, kalau sekarang, mengasuh anak harus sampai sma.
kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, nunuk andryati mengungkapkan, acara tersebut ditujukkan untuk memberi motivasi kepada anak-anak agar berkreativitas.
di kota batu, sejak tahun 2012, kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan ada sekitar 100 laporan.
terakhir, pelecehan seksual orang tua terhadap anaknya yang masih duduk di bangku smp.
“karena itu, forum seperti ini penting agar mereka bisa berkreaktivitas bersama anak-anak sebayanya,” terangnya.
baca juga
warga tuntut pt akn pindahkan cerobong
manajemen grand city tak temui pengacara nur aini
lulusan pondok doyan sabu
diagnosis malaria hanya butuh 5 menit
lulus simulator dapat sertifikat
penulis: iksan fauzi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.