surya online, surabaya - lahan parkir truk di kawasan jalan sidotopo sekolahan surabaya, digerebek subdit tipidter bareskrim mabes polri, minggu (18/5/2014).
pasalnya lahan parkir tersebut digunakan untuk menimbun bbm ilegal.
dalam penggerebekan tersebut polisi menyita enam truk tangki dan dua truk terbuka, serta 86.
000 liter bbm jenis solar bersubsidi.
namun dalam penggerebekan ini, mabes polri enggan memberikan komentar.
berdasarkan informasi yang dihimpun, bbm ilegal tersebut milik pt rashwa getra nirwana.
selain menyita enam truk dan ribuan liter bbm ilegal, juga mengamankan seorang pria bernama yoyok, yang diduga merupakan pemilik dari perusahaan tersebut.
perusahaan ini menimbun solar bersubsidi dan dijual kembali untuk solar industri, dengan harga yang lebih murah.
harga solar bersubsidi seharga rp 5.
500 per liter dijual kembali untuk solar industri seharga rp 9.
000 per liter.
dengan penggerebekan ini, telah dua kali polisi menggrebek pt rashwa getra nirwana.
sebelumnya pada 2011 lalu, perusahaan tersebut digerebek oleh satreskrim polrestabes surabaya, karena kasus yang sama.
saat itu polrestabes menggrebek di jalan dukuh pakis.
kali ini modus pt rashwa getra nirwana, menyewa lahan penitipan truk milik cv prabu erlangga, di jalan sidotopo sekolahan.
menurut edi, salah satu pemilik truk yang juga menyewa lahan tersebut, sejak lama melakukan bisnis penimbunan tersebut.
"yang saya tahu sudah lama ada di sini, saya tidak tahu tepatnya sejak kapan," kata edi.
namun edi menyayangkan akibat penggrebekan tersebut, truk-truk yang ada di lahan tersebut tidak bisa keluar masuk, karena harus menunggu proses olah tempat kejadian perkara hingga selesai.
"saya tidak bisa mengambil truk saya, karena tidak boleh oleh polisi," kata edi.
saat ini barang bukti tersebut kini dititipkan di polsek simokerto.
baca juga
guru diminta pantau siswanya radius 1 kilometer dari sekolah
larangan konvoi kelulusan berlaku selurah jatim
nilai unas tetap dipakai snmptn
kejaksaan buru tiga kapal kargo yang 'hilang'
pengagum susi santi
penulis: haorrahman
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.