Halaman

Jumat, 16 Mei 2014

Perajin Batik di Tengah Kebijakan PNS Wajib Berbatik Lokal




Perajin Batik di Tengah Kebijakan PNS Wajib Berbatik Lokal
Perajin Batik di Tengah Kebijakan PNS Wajib Berbatik Lokal






surya online, mojokerto-akhir-akhir ini, aktivitas para perajin di kampung batik surodinawan, kota mojokerto makin menggeliat.
kegiatan membatik yang dilakukan para ibu-ibu kini makin hidup.
seolah suasana seperti hendak lebaran.
rezeki yang jarang menghampiri kalau tak dicari seolah kini marani (menghampiri) dengan sendirinya di hadapan para perajin.
situasi tersebut diakui para perajin batik mulai bulan-bulan ini.
suasana yang diimpikan setidaknya 30 perajin batik seluruh kota mojokerto itu tak lepas dari kebijakan wali kota mojokerto mas'ud yunus.
paling cepat juli nanti, seluruh pns di pemkot mojokerto wajib menggunakan seragam batik khas kota mojokerto saat bekerja.
setiap rabu dan kamis wajib menggunakan batik dengan corak khas mojokerto, bukan daerah lain.
kecuali hari jumat, wali kota mas'ud memberi kebebasan stafnya menggunakan batik sesuai selera dan kantung pns.
wajib berbatik lokal itu di satu sisi menjadi menjadi momentum dan para perajin mengaku tertantang.
"kalau tidak kita ambil kesempatan ini, kapan lagi kita dapat order banyak," kata sumiarsih, salah satu perajin batik yang tinggal di lingkungan kedungkwali ix, kelurahan miji, kecamatan prajurit kulon, kota mojokerto, saat ditemui surya, kamis (15/5/2014).
meski mengaku tertantang, perajin batik yang juga mengabdikan diri sebagai guru di sdn miji ini tetap mengaku cemas.
setelah melalui pertemuan dengan para perajin batik di dinas koperasi perindustrian dan perdagangan serta ukm, hampir rata-rata perajin cemas dengan besaran harga setiap baju batik yang telah ditetapkan pemkot.
saat ini menguat bahwa setiap satu lembar kain batik untuk satu baju dihargai rp 125.
000.
ini nilai yang bagi para perajin sangat mepet.
"saya tidak tahu apakah dengan nilai itu sesuai harapan dan impian para perajin menikmati hasilnya.
tentu semua ingin mendapat bathi (untung).
apakah keuntungan ini sesuai harapan," tambah sumiarsih, pemilik bado batik.
saat ini, sudah hampir dipastikan bahwa akan ada satu corak batik yang bakal dijadikan seragam batik pns di kota mojokerto.
dari sekitar tujuh corak, akan dipilih corak sisik gringsing.
namun corak ini akan dikombinasikan dengan gambar gapura yang kini menghiasi alun alun mojokerto.
selain itu ada corak yang selama ini menjadi ikon, corak suryo mojopahit, juga ada di dalamnya.
akan ada kombinasi setidaknya empat warna di dalam batik ini.
yakni hijau, orange, merah, dan hitam.
karena tergolong kaya warna dan corak, tentu membutuhkan tenaga lebih dalam pembuatan kain batiknya.
menurut sunyoto, yang juga pembatik, satu warna dan satu tahapan membatik perlu satu pekerja.
mulai mencanting, mewarna, mlorot, dan tahapan lainnya harus dikerjakan satu-satu.
"saat ini banyak canting yang kita sesuaikan dengan kebutuhan menggunakan cap.
ini sama dengan nyanting.
tentu perajin kalau mau untung ya harus buat cap canting sendiri," kata sunyoto.
sunyoto mengakui bahwa harga akan menjadi bahan kecemasan tersendiri.
belum lagi di awal-awal sempat muncul kekhawatiran akan dimonopoli dan dikuasai perajin batik berkelas pengusaha.
namun, diakui sumiarsih, setelah pertemuan dengan duduk bersama seluruh perajin dan dinkoperindag ukm, penguasaan ini dienyahkan.
semua perajin akan kebagian.
namun konsukuensinya harus mampu menuntaskan pesanan kain batik sesuai jadwal.





baca juga



rp 1,4 miliar untuk perajin batik lokal mojokerto





penulis: nuraini faiq

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.