surya online, gresik - rumah dinas bupati gresik, tepatnya di alun-alun gresik, bertetangga dengan mini market yang ditengarahi merusak bangunan kuno.
bangunan yang seharusnya menjadi cagar budaya kabupaten gresik karena memiliki nilai sejarah, tapi malah berdiri dua mini market.
hal ini disayangkan masyarakat pencinta sejarah dan budaya gresik.
ketua masyarakat pecinta sejarah dan budaya gresik (mataseger) kris aji aw mengatakan, keberadaan bangunan tua sangat penting untuk mengenang sejarah di kabupaten gresik.
khususnya bangun-bangunan tua di sekitar alun-alun.
menurutnya dengan dibongkarnya bangunan tua dan diganti mini market sangat disayangkan, sebab nilai bersejarah telah hilang dan dirusak oleh oknum-oknum pemerintah kabupaten gresik yang membiarkan cagar budaya dirusak demi kepentingan pengusaha yang hanya mencari untung.
"yang sangat disayangkan itu, bangunan mini mart bertetangga dengan rumah dinas bupati.
hanya berjarak 30 meter.
apa bupati akan belanja di mini mart tersebut," kata kris aji.
kris aji menambahkan, upaya pemkab gresik melindungi cagar budaya khususnya bangunan dan rumah tua sangat rendah.
buktinya, bangunan tua di samping rumah dinas dirobohkan bupati sambari halim radianto juga tutup mata.
seharusnya ada upaya pencegahan dan dibatalkan dibangun mini mart.
tidak dibiarkan seolah-olah tutup mata.
"saya sudah peringatkan sejak awal saat dibongkar.
kata bupati tidak memberi izin, tapi buktinya tetep berdiri.
beda dikata, beda ditindakan," katanya.
kepala badan penanaman modal dan perizinan (bpmp) kabupaten gresik agus mualif juga enggan memberikan keterangan terkait kelengkapan izin mini market yang bertebaran di kabupaten gresik.
saat dihubungi melalui ponselnya tidak ada jawaban, termasuk melalui pesan singkat juga tidak membalas.
sedangkan pihak satpol pp kabupaten gresik tidak mendapatkan perintah penertiban terhadap mini market yang diduga bodong.
"tidak pernah mendapatkan tembusan dari bpmp terkait penertiban mini market liar," kata kasi binum (pembinaan umum) satpol pp, agung endro.
baca juga
ketemu di jogja, duet sultan-pakde karwo makin menguat
pemkot diminta adil soal penutupan tempat prostitusi
mkp dan caroline turut jadi saksi
penyidikan susah, polisi jemput bola ke kemenhut
gara-gara mengantuk, bison keluar jalur dan dihantam truk
penulis: sugiyono
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.