Halaman

Senin, 05 Mei 2014

Mutasi Lahan Ancam Ketahanan Pangan









surya online, surabaya - mutasi lahan pertanian di jawa timur, menjadi  ancaman tersendiri bagi ketahanan pangan.
berdasarkan data dinas pertanian provinsi jatim, selama 2011 - 2013 tercatat 7.
185 hektare lahan pertanian diajukan izin untuk mutasi dari pertanian ke non pertanian.
padahal, selama tahun 2010, hanya ada 181 hektare izin mutasi dikeluarkan.
mutasi lahan pertanian ke non pertanian inim setidaknya terjadi di sejumlah kabupaten di jatim, seperti jember, banyuwangi dan ngawi.
"dari jumlah yang dimohonkan untuk dimutasi tahun 2011 - 2013 itu, yang sudah diizinkan mencapai 1.
844 hektare.
kalau dibandingkan tahun 2010 memang jauh, berlipat-lipat," ujar kepala dinas pertanian jatim wibowo ekoputro.
mutasi itu, kata eko, biasanya digunakan untuk perumahan ataupun industri.
kondisi tersebut, tidak bisa dibiarkan sebab jatim merupakan salah satu lumbung pangan indonesia.
tujuh komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan orang ditanam di jatim seperti padi, jagung, kedelai, juga sayur mayur.

"karenanya selama tiga tahun ini, kami memutuskan harus ada baku sawah.
diputuskan baku sawah jatim selama tiga tahun itu 1.
017 hektare.
ini tidak boleh diutak-atik," tegasnya.
apalagi jatim ingin memenuhi target produksi gabah kering giling tahun 2014, mencapai 12 juta ton.
selain mempertahankan luasan areal pertanian, dinas pertanian menggenjot produksi pertanian melalui intensifikasi tanaman.
"kami juga menjaga agar wereng atau hama dikendalika, dan manajemen air juga diperhatikan," imbuhnya.




terkait#pertanian, pangan, bisnis

baca juga



jogglo dilirik pebisnis online


olah susu etawa menjadi hand body lotion


tiap tahun ada permintaan produk lokal


produk pertanian hidupi negara lain


barito putera latihan di lapangan persebaya





penulis: sri wahyunik

editor: adi agus santoso






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.