Halaman

Selasa, 13 Mei 2014

Lama Sekarat, Pemkab Alokasikan Rp600 Juta untuk Studio Radio FM




Lama Sekarat, Pemkab Alokasikan Rp600 Juta untuk Studio Radio FM
Lama Sekarat, Pemkab Alokasikan Rp600 Juta untuk Studio Radio FM






surya online, lamongan - radio khusus pemerintah daerah (rkpd) lamongan yang kini berubah nama suara lamongan fm  sejak 2003 tak lagi optimal menjadi corong pemkab, jangkauan yang pendek serta acara yang tidak variatif dan kondisi studio yang amburadul menjadi penyebabnya.
  tak ingin radio pelat merah ini sekarat lamalama, tahun 2014 ini dialokasikan anggaran sebesar rp 600 juta untuk membangun studio dua lantai.
lokasinya tetap, hanya bangunan  tua yang ada sekarang akan diratakan dengan tanah dan dibangun  gedung baru yang lebih representatif .
”tahun ini kita bangun, sudah dianggarkan sebesar rp 600 juta untuk pembangungan studio plus kantor dua lantai,”ungkap kabag humas dan infokom, m zamroni saat dikonfirmasi surya, selasa (13/05/2014) terkait studio fm di jalan kombes pol m duriyat itu.
tanah yang ada akan dimanfaat semuanya, termasuk di bagian timur studio lama  yang selama ini hanya ditanami pohon mangga dan kembang.
luas tanah itu akan penuh bangunan.
desain studio dirancang dua lantai, bagian atas khusus untuk ruang siarang dan administrasi.
sementara di lantai bawah lebih merupakan hall yang sangat luas.
studio baru ini juga  mempunyai lapangan yang cukup luas,  fisik bangunan akan digeser ke  belakang dengan memanfaatkan luas tanah.
salah satu tower antena akan dirobohkan, yakni antena lama untuk frekuensi am.
”tiang antena itu kan tidak terpakai,”kata zamroni.
ditargetkan, operasional suara lamongan fm 93,6 mhz berjalan sempurna bersamaan selesainya studio baru nanti, yakni  pada kurun waktu 2014 ini.
harapannya, suara lamongan yang nota benenya menjadi corong pemerintah dan aspirasi rakyat akan memancar sempurna.
tidak akan ada lagi penyiar keluar masuk ruang siaran, bahkan sampai meninggalkan beberapa lama.
konsekuensinya, zamroni memastikan akan merombak semua personel suara lamongan fm.
hanya ada segelintir orang lama yang akan bertahan karena kemampuannya membawakan acara.
”mereka yang ogah – ogahan dan tidak memiliki tanggungjawab terhadap pendengar akan tersingkir,”tegasnya.
 pengelolaan yang tidak professional, penyiar asal – asalan dengan suara pas – pasan, serta daya jangkau juga menjadi penyebab studio ini ditinggalkan pendengar.
suara lamongan akan lebih mengarah pada radio informasi dengan format, 40 persen hiburan atau lagu, selebihnya berita.
ini tentu dibutuhkan personel yang mumpuni.
selain  studio dibangun megah, pemancar dan perangkat audio akan ditambah daya jangkaunya dengan penambahan peralatan impor.
”ini harus diimbangi dengan personel profesional,’ungkapnya.
zamroni menyadari banyak  pesaing radio – radio fm milik pengusaha swasta membayangi radio suara lamongan , semisal, prameswara fm, ronggohadi fm dan mahkota fm.
keberadaan radio swasta  di lamongan itu perlu menjadi penyemangat suara lamongan untuk bangkit dari tidur yang berkepanjangan.
tidak menutup kemungkinan, suara lamongan akan bermitra siaran jaringan dengan radio terkemuka di surabaya.
”ini menjadi impian kami kedepan,”katanya.




terkait#pemkab lamongan, bangun studio radio

baca juga



tingkatkan akta lahir, pemkab gandeng tiga rs dan pt pos


warga enam desa protes tempat pembakaran timah


pemkab lamongan obral bonus


pemkab lamongan perpanjang mou dengan bpkp jatim


magistra ugm tertarik pelajari ekonomi lamongan





penulis: hanif manshuri

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.