| Korban Dibekap Lakban dan Dipaksa Membuka Brankas |
surya online, surabaya - lima perampok yang ditembak mati polisi, termasuk pelaku yang kejam.
dalam beraksi mereka tidak segan menyiksa korbannya untuk merampas harta benda korban.
ini pernah dialami oleh chandrawati (54), warga citrland.
chandra menjadi korban lima perampok tersebut, dan mengalami kerugian mencapai rp 2 miliar.
chandra mengaku lega meskipun harta bendanya tak bisa kembali.
chandra menceritakan malam itu, dia sempat disekap dengan menggunakan lakban warna hitam.
"saya dan suami saya dibekap dengan lakban, lakban itu sampai kena rambut saya," kata chandra.
setelah dibekap, chandra dipaksa untuk membuka brankas di rumahnya.
chandra pun sempat dipukul, bahkan lengannya dilukai dengan celurit.
"saya sempat dua kali salah membuka password brankas, saya sangat panik dan ketakutan.
baru ketiga kalinya brankas itu terbuka," kata chandra.
isi dalam brankas hilang dibawa kabur lima perampok.
di antaranya tiga kilogram emas batangan, cincin kawin, dan uang asing, dengan total rp 2 miliar.
dalam menjalankan aksinya, seakan menghina, lima perampok tersebut meninggalkan peralatan-peralatan untuk merampok.
seperti tali tambang dengan panjang 50 meter, tang, linggis, bahkan celurit ditinggal di lokasi kejadian.
terkait#perampokan
berita terkait: polisi tembak bandit
saat beraksi lima perampok bawa jimat doa
perampok sempat belanja di ptc beli perlengkapan merampok
polisi sempat tembak kaca mobil hentikan perampok
terakhir lima perampok beraksi di citraland, gondol rp 2 miliar
polisi tembak mati lima bandit sekaligus
penulis: haorrahman
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.