| Hasil Coba-coba Nugget Lele |
surya online, surabaya - hidup di lingkunngan peternak ikan lele membuat afifatur rohimah tertarik membuat makanan olahan dari lele untuk dijual.
setelah mencoba dan menemukan resep yang pas, afif mulai mecoba memasarkan.
ternyata produk nuget ikan lele yang diberi nama patil'e itu banyak yang suka.
keinginan membuat olahan ikan lele sebenarnya sudah muncul di kepala afif sejak ia masih kecil.
maklum orangtuanya dan banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya di desa kedung betik, kecamatan kesamben jombang banyak yang memelihara ikan lele.
"dulu inginnya macam-macam, tapi semakin ke sini ya mulai berfikir mana yang paling memungkinkan, sampai tertarik untuk buat nuget," kata afif.
guna mewujudkan keinginannya, afif mulai mencari resep membuat nuget melalui internet.
tapi yang didapat kebanyakan nuget ayam.
mau tidak mau iapun akhirnya mencoba-coba sendiri berdasarkan resep nuget ayam.
"sekitar enam bulan saya coba-coba cari komposisi yang pas untuk nuget lele," terangnya.
nugget lele buatanya lalu dicoba ditawarkan ke temannya, dan ternyata banyak yang suka.
afif yang berkuliah di untag surabaya beberapakali membawa nuget buatannya dan ditawarkan ke teman kos dan teman kampus.
proyek nuget lele afif mulai berjalan sebagai bisnis yang lebih baik ketika ia mendapat bantuan dana dari dinas koperasi sebagai pemenang wirausaha pemula.
“waktu itu saya didorong pihak kampus untuk ikut kegiatan dinas koperasi dan ternyata program saya termasuk yang menang dan dapat hibah modal,” paparnya.
dengan tambahan modal afif semakin bersemangat menjalani bisnis nugget ikan lele.
kalau sebelumnya produk nugget patil’e hanya dikemas dalam kantung plastik, kini kemasan dibuat lebih baik dengan menggunakan toples plastik bening dan diberi logo.
produksi juga mulai ditingkatkan.
jika sebelumnya ia membuat dan memproduksi sendiri, sekarang sudah ada dua orang yang membantunya dalam produksi.
proses produksi dilakukan tiga kali dalam seminggu.
setiap produksi masing-masing menghasilkan 40 sampai 60 kemasan @ 250 gr.
dari jumlah produksi itu rata-rata semuanya langsung habis terjual.
harga per kemasan rp 13.
000.
“produksinya masih terbatas, saya sendiri masih membagi waktu dengan kuliah, biasanya untuk penjualan di surabaya masih berdasarkan pesanan, jadi saya bawa setelah pulang dari jombang,” tambah afif.
produksi nugget patil’e tersedia dalam produk matang atau siap saji dan ada juga yang dalam bentuk mentah.
produk siap saji bisa bertahan tiga hari dalam suhu ruang.
penulis: dyan rekohadi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.