Halaman

Senin, 05 Mei 2014

Berdayakan Ibu-ibu di Kampung









surya online, malang – lima tahun silam, uswenny mayangsari (42) tidak pernah terpikir akan memperkerjakan ibu-ibu di kampungnya.
ia memilih mengerjakan pembuatan aksesoris berbahan dasar klobot (daun pembungkus tongkol jagung) seorang diri sampai kewalahan.
ibu tiga anak yang tinggal di jalan banyulegi iii, desa ketawang, kecamatan gondanglegi, kabupaten malang ini mengaku harus bekerja siang malam hingga dini hari untuk merampungkan pesanan aksesoris berbahan klobot.
aksesoris buatannya ini berupa bros berbentuk bunga mawar, bunga buatan, hingga sandal yang berhias klobot.
tetapi, itu terjadi di pertengahan tahun 1998.
ketika itu wenny, sapaan uswenny, baru saja terjun dalam industri pembuatan aksesoris.
seorang kerabatnya kemudian memboyong bross buatan wenny ke ibukota.
bros ini ternyata laku dan sangat digemari.
lama kelamaan, permintaan bros tersebut terus meningkat.
uswenny pun mendirikan sebuah toko bunga bernama azizah florist.
nama azizah ini ia ambil dari nama putrinya.
“pesanannya semakin banyak dari hari ke hari, dan saat ini rata-rata mencapai 1.
000 buah,” kata wenny.
karena itu ia pun melirik tenaga kerja lokal di kampung.
ia lantas memberdayakan sekitar 80-an orang untuk bekerja di tempatnya dengan sistem borongan.
sistem seperti ia harus lakukan supaya para ibu di kampung juga bisa meluangkan waktu dengan keluarga.
“dengan begitu mereka tidak tergesa-gesa dan tidak ada rutinitas ke kantor, kan, ” ungkap wenny, sapaan uswenny.
kendati demikian, bisnis yang wenny geluti ini terus berkembang.
produk-produk buatan ibu-ibu di kampungnya juga sudah diekspor ke mancanegara seperti belanda,tiongkok, australia dan lainnya.
baru-baru ini, ia juga mengekspor 157.
000 asesoris sandal ke italia dengan menggandeng perusahaan sandal di jakarta.
saat ini omzet dari azizah florist kini sangat besar, yakni mencapai rp 15 juta per bulannya.
tapi, wanita berjilbab ini tidak puas diri.
ia tetap melakukan pemasaran kecil-kecilan di banyak tempat supaya dagangannya meluas.
salah satunya dengan mengikuti pameran usaha kecil menengah (ukm) yang digagas asosiasi pengelola pusat belanja indonesia (appbi), serta universitas negeri malang (um) di pasar besar kota malang, 20 april lalu.
ketika itu wenny memboyong beberapa produk klobot unggulannya untuk dipajang bersama 33 jenis ukm lainnya.
disitu ia juga sempat memberi penjelasan bagaimana memilih klobot berkualitas baik, dan membuat asesoris dengan baik.
ia mengatakan salah satu kunci dalam pembuatan klobot adalah memilih bahan dasar yang tebal.
“karena klobot ini kan dimasak, kalau terlalu tipis nanti bisa hancur, jadi robek dan sulit dibentuk,” ungkapnya.





baca juga



kejahatan seksual harus ditangani komprehensif


pemberlakuan upah sektoral di surabaya tunggu seminggu lagi


meski hujan, warga antusias saksikan parade budaya dan bunga


komplotan bajing loncat lolos dari kejaran polisi


5 raperda kota batu terbengkalai





penulis: adrianus adhi

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.