| Sidak Kecamatan, TPD Pemkab Madiun Kecewa Berat |
surya online, madiun - inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan tim penegak disiplin (tpd) pemkab madiun ke sejumlah kecamatan mengecewakan.
ini menyusul, adanya temuan dari sebanyak 44 pegawai negeri sipil (pns) yang ada di kecamatan itu, hanya 6 sampai 7 pns yang mengikuti apel pagi.
sedangkan sisanya, termasuk camat dan sekcamnya tidak diketahui jelas keberadaannya.
sidak tpd yang terdiri dari inspektor, kepala bkd, kepala satpol pp, kabag humas dan protokol, serta asisten administrasi kali ini menggelar sidak ke kecamatan balerejo dan kecamatan sawahan.
hasilnya, dari 2 wilayah kecamatan itu, sidak di salah satu wilayah kecamatan cukup mengecewakan.
salah seorang anggota tpd pemkab madiun, herry supramono yang juga menjabat kabag humas dan protokol pemkab madiun mengatakan jika dalam sidak itu tim datang ke kecamatan balerejo sekitar pukul 07.
15 wib.
namun, di lokasi hanya ada sebanyak 6 sampai 7 pegawai negeri sipil (pns) yang mengikuti apel.
padahal, di kecamatan balerejo ada sebanyak 44 orang pns.
"saat kami datang hanya ada sekitar 7 pns yang apel.
lainnya belum datang semua termasuk camat dan sekretaris camat (sekcam).
kalau jam kerja masuk belum ada yang datang pelayanan akan dimulai jam berapa.
kalau etika kerjanya seperti itu bagaimana memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," terangnya kepada surya, selasa (11/3/2014).
selain itu, herry mengungkapkan, usai apel itu tim langsung melaksanakan sidak ke sejumlah ruangan di kecamatan balerejo.
tak berselang lama, 8 orang pns datang terlambat termasuk sekcam.
"sampai kami meninggalkan lokasi, hanya ada tambahan 8 pns terlambat dan sekcamnya," paparnya.
sedangkan dalam sidak ke kecamatan sawahan, kata herry tergolong masih cukup baik.
saat tpd sampai di kecamatan sawahan pukul 07.
45 wib, camat sudah memimpin rapat bersama seluruh stafnya.
"di kecamatan sawahan masih bisa ditolerir, dari 52 pns yang ada, hanya ada 2 orang yang absen," ungkapnya.
inspektor pemkab madiun, benny adi wijaya yang juga ketua tpd menjelaskan dalam setiap sidak sudah ada beberapa wilayah kecamatan yang kinerja dan etika kerja serta pelayanannya buruk.
menurutnya, jika dalam sidak hari ini terburuk pelayananya di kecamatan balerejo.
sedangkan dalam sidak sebelumnya ada kecamatan wonoasri dan kecamatan wungu yang saat tpd tiba di lokasi tidak ada pns yang hadir.
"wonoasri dan wungu kemarin kondisinya hampir sama dengan balerejo.
yang masih tergolong baik itu sawahan, geger, dan dolopo.
makanya kalau indikasinya seperti ini, maka kami akan mengevaluasi kinerja seluruh camat.
karena baik buruknya pelayanan dan sistem kerja itu bergantung pimpinannya," tegasnya.
disamping itu, benny mengungkapkan jika pihaknya juga akan melaksanakan sidak ke sejumlah wilayah kecamatan lainnya dari 15 wilayah kecamatan yang ada di kabupaten madiun.
selain itu, juga akan menggelar sidak ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (skpd) lainnya.
"kalau sidak mulai oktober 2013 kemarin masih bersifat warning.
mulai tahun 2014 ini, akan terus kami gencarkan untuk mengevaluasi kinerja dan pelayanan di semua skpd," urainya.
sementara sanksi yang bakal diterapkan dalam menegakkan disiplin kerja pegawai dan meningkatkan mutu peyalanan itu bakal diterapkan peraturan pemerintah (pp) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil (pns).
"semua akan kami rekap dan dicatat.
untuk sementara waktu sanksi diserahkan ke pimpinan masing-masing skpd dan pembinannya di bkd.
kalau masuk pelanggaran berat maka akan masuk inspektorat yang bakal menindak pns nakal itu," pungkas mantan kepala dinsosnakertrans pemkab madiun ini.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.