surya online, lamongan- puluhan guru tidak tetap (gtt) k2 yang lulus tes calon pegawai negeri sipil (cpns) di lamongan jawa timur dipusingkan dengan hilangnya sk gtt secara berjamaah di tempat mereka mengajar selama ini.
dalam dua hari ini, kamis (13/03) - jumat (14/03), puluhan tenaga gtt berdatangan melaporkan hilangnya sk mereka ke sentra pengaduan kepolisian terpadu (spkt).
para tenaga gtt yang lulus tes cpns formasi 2013 ini mengaku ketakutan karena sk asli itu dibutuhkan untuk persyaratan pemberkasan setelah dinyatakan lulus tes cpns.
"sk gtt asli milik teman - teman saat diangkat sebagai tenaga gtt hilang,"ungkap satu di antara empat guru smk n 1 lamongan yang kehilangan sk gtt kepada surya saat melapor ke spkt, jumat (14/03/2014) siang.
diungkapkan, sk yang hilang itu diterbitkan kepala kantor departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi jawa timur pada 1999 dan kepala departemen pendidikan nasiolan lamongan pada 2000.
terungkap, sebenarnya hilangnya sk diketahui pada 2005 lalu.
dan baru dilaporkan ke polres lamongan dalam dua hari ini.
setelah ada kepastian mereka lulus tes cpns dan surat keterangan kehilangan itu akan dipakai syarat untuk pemberkasan cpns.
"yang sk gtt hilang harus ada surat keterangan dari polres dan ini memang disarankan dari dindik agar kami melapor ke polres sebagai bukti bahwa kami benar - benar punya sk tapi hilang,"kata salah satu pelapor yang tidak bersedia dikorankan namanya.
ia mengaku takut jika namanya disebut dalam pemberitaan karena dikhawatirkan akan mempengaruhi dengan status mereka yang baru saja dinyatakan lulus tes cpns sebagai tenaga guru.
para guru ini juga mengaku bingung dengan hilangnya sk gtt yang saat pernah ditumpuk untuk administrasi di tempat mereka bekerja selama ini.
ketakutannya dianggap wajar karena bisa saja dipersoalkan dan menghambat bahkan membuat gagal sebagai cpns padahal telah mengabdi puluhan tahun.
namun kekhawatiran mereka ditepis sendiri karena nama mereka sudah didukung dalam data bis sebagai gtt.
sampai-sampai diantara mereka menolak ketika surya hendak mengabadikannya saat lapor di spkt.
pegawai dari k2 yang kehilangan sk itu hanya dialami kalangan guru, yakni gtt.
kasat reskrim akp efendi lubis dikonfirmasi surya jumat (14/03/2014) menyatakan pihaknya mencoba menelusuri hilangnya sk berjamaah milik para guru dan tenaga kontrak lainnya.
"ya cobalah akan kita cari tahu kok hilangnya berjamaah,"kata lubis.
baca juga
ptt/gtt bisa diasuransikan
penulis: hanif manshuri
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.