| Direhab Rp 4,7 Miliar, Alun-Alun Ramai Andong |
surya online, mojokerto - alun-alun mojokerto yang selama ini kumuh dan gersang, kini mulai berbenah setelah direhab rp 4,7 miliar.
rumput liar sudah dipotong, sejumlah tempat sampah juga sudah disebar di sudut alun-alun.
dan yang menambah kesan berubah adalah, banyaknya andong atau dokar yang mencari penumpang di sana.
kehadiran andong ini, memunculkan nuansa klasik pusat kota mojokerto sekaligus menghidupkan suasana alun-alun yang awal konsepnya memang dibuat bernuansa a la mojopahit.
meski dalam pembangunannya menuai kritik.
bahkan wali kota mas'ud yunus tak puas, dengan bentuk bangunan alun-alun yang direhab dengan dana miliaran rupiah.
replika candi wringin lawang yang dibangun di pintu utama, pintu utara dan selatan alun-alun, memang tampak tak segagah konsep awal.
namun dengan hadirnya sejumlah andong, setidaknya membuat nuansa mojopahit mulai terasa.
belasan andong kini selalu disiagakan untuk pengunjung.
"kami suadh dua kali ke alun-alun bersama keluarga.
kami lebih senang sore hari biar tak panas.
meski masih gersang, namun kami sedikit senang karena kini ada andong yang bisa membuat anak-anak senang," kata nikmatul hasanah, pengunjug alun-alun, minggu (6/3/2014).
memang, kini setiap hari minggu dan hari libur sejumlah andong berderet menunggu penumpang.
kereta berkuda ini, siap mengantarkan pengunjung berkeliling di alun-alun seluas 1 hektare ini.
andong ini sebenarnya berasal dari sejumlah pasar tradisional, seperti kecamatan dlanggu, puri, dan kecamatan bangsal.
ironisnya, sulit menemukan andong dari wilayah kota mojokerto meski lokasi alun-alun berada di pusat kota.
andong dari wilayah ini, hanya dari wilayah meri, kecamatan magersari.
sekali berangkat, dengan penumpang maksimal tiga orang dikenakan tarif rp 10 ribu.
tanpa harus menunggu tiga penumpang, jika mau membayar tarif itu bisa dilayani segera.
pengunjung alun-alun bisa menikmati replika candi yang ada di mojokerto.
"enak begini di alun-alun, daripada di pasar sepi sekarang," kata sukron, salah satu penarik andong.
sukron mengaku, saat hari libur bisa mengantongi rp 250 ribu sehari.
biasanya satu andong bisa menarik sampai 25 kali.
andong ini berjalan mulai gerbang utara dan selatan yang berupa candri wringin lawang, dan menuju replika candi tikus dan candi bajang ratu di sudut-sudut alun-alun.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.