| Dindik Biarkan Praktik Siswa Fiktif di Sekolah |
surya online, mojokerto - dinas pendidikan kota mojokerto dinilai lemah dalam mengawasi jalannya sistem pendidikan di sekolah-sekolah.
setidaknya, otoritas pendidikan di kota ini telah mebiarkan terjadinya praktik tidak sehat.
terutama sekolah swasta, mereka mempraktikkan siswa fiktif dalam proses belajar-mengajar.
sekolah ini asal comot siswa.
yang penting mereka dapat murid.
bahkan siswa-siswa itu tak jelas keberadaannya.
namun saat unas, mereka tiba-tiba ada.
anggota komisi ii dprd kota mojokerto abdullah fanani melihat bahwa praktik itu terjadi sudah lama.
"ini tidak hanya indikasi.
tapi sudah terjadi adanya praktik berlakunya siswa fiktif.
dimana pengawasan dan pembinaan dinas pendidikan kalau sudah seperti ini," ucap fanani kepada surya online.
dia berharap, mudah-mudahan praktik itu tidak sampai terlalu jauh hingga terjadi praktik jual beli ijazah.
fanani melihat ada fenomena yang muncul bahwa ada sekolah yang mampu mengusahakan ijazah dengan biaya tertentu.
dia berharap praktik seperti ini tak terjadi di kota mojokerto.
pengawasan yang lemah dari dindik tersebut terlihat karena ternyata munculnya siswa fiktif itu menjelang unas.
selama proses belajar sejak tahun ajaran baru, ada sebanyak 15 siswa fiktif di smk putra bangsa.
namun dindik tak tahu.
lembaga pendidikan tertinggi di kota tersebut baru tahu bahwa adanya jumlah siswa fiktif saat menjelang unas.
mengurus dns dan dnt sehingga menjadi peserta unas.
dinas pendidikan kota mojokerto mengakui bahwa telah terjadi praktik penerimaan siswa fiktif.
sebanyak 15 siswa smk putra bangsa tercatat sebagai siswa.
namun saat menjelang unas, mereka tak terdaftar.
sebab, sekolah tak mampu menunjukkan buku induk siswa, rapot, dan dokumen berjenjang pendidikan siswa.
"kami tak menemukan adanya keajegan pendidikan untuk 15 siswa di smk tersebut," kata arifin.
jika belasan siswa itu memang mutasi atau pindahan seharusnya disertakan pula dokumen pendidikan untuk peserta didik ini.
dindik mengakui bahwa membina dan mengawasi sekolah adalah tugasnya.
namun pembinaan ini sifatnya mendidik.
biasanya akan berlaku untuk tahun berikutnya.
"kami sudah memerintahkan untuk membenahi sistem pendidikan.
sebab, delapan indikator mutu pendidikan di smk putra bangsa tak ditemukan," kata arifin.
bahkan hal paling sederhana, rombongan belajar (rombel) minimal harus sebanyak 20 siswa per kelas, sekolah itu tak memenuhi.
begitu juga mengenai kesanggupan 90 persen setiap hari siswa hadir juga tak memenuhi.
siswa kelas satu dan dua juga tak ditemukan di sekolah.
pantauan surya online memang sepanjang senin siang tadi hanya ada satu kelas.
yakni kelas tiga.
namun untuk menutup sekolah tersebut, dindik mengaku tak bisa.
sebab direktorat pendidikan kejuruan melarang menutup smk.
sebab, smk sebagai pendidikan terapan harus terus diadakan.
"kalau disuruh menganulir dan membolehkan 15 siswa ikut unas tak bisa.
sebab, mereka sudah tak lagi masuk dnt.
ini terkait ijazah nantinya," kata kepala dindik hariyanto.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.