| Bupati Madiun Tunggu Kebijakan Pusat untuk Nasib 334 K2 Tak Lolos |
surya online, madiun - bupati madiun, muhtarom hingga kini masih menunggu kebijakan baru menteri pemberdayaan aparatur negara (menpan) dan badan kepegawaian nasional (bkn).
ini menyusul, masih ada sebanyak 334 honorer kategori 2 (k2) yang tidak lolos dalam penerimaan cpns akhir tahun 2013 yang diumumkan 10 februari 2014 kemarin.
"ratusan k2 yang tak lolos, tetap kami pekerjakan di satuan kerja (satker)nya masing-masing sambil menunggu kebijakan baru dari pusat atas nasib mereka," terangnya kepada surya, minggu (9/3/2014).
selain itu, muhtarom meyakini jika kebijakan pusat yang baru itu akan berpihak kepada honorer k2.
alasannya, masalah honorer k2 yang ada di kabupaten madiun terseleksi dengan baik.
selain itu, tidak ada sisa honorer ketegori 1 (k1) seperti halnya sejumlah daerah di sekitar kabupaten madiun lainnya.
"yang jelas masalah honorer di kabupaten madiun lebih baik dibanding kabupaten lainnya yang masih tetangga madiun," ungkapnya.
sedangkan saat ditanya, sudah mengajukan formasi pengangkatan sisa k2 itu ke pusat atau belum, bupati mengaku belum mengajukan formasi pengangkatan itu lantaran semua menunggu regulasi dan kebijakan dari menpan dan bkn pusat itu.
"belum mengajukan.
kalau memang ada regulasi, harapan saya semua bisa diangkat menjadi cpns," pungkasnya.
diberitakan sebelumnya, dari 543 honorer k2 yang mengikuti tes seleksi cpns 3 nopember 2013 lalu, yang diterima berdasarkan pengumuman 10 februari 2014, hanya 209 orang.
sisannya, 334 orang kini tetap bekerja di satuan kerja perangkat daerah (skpd) masing-masing sambil menunggu kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
berdasarkan datanya, awalnya k2 yang akan ikut tes cpns itu ada sebanyak 549 orang.
namun dalam pelaksanaannya, 6 orang tidak datang karena 4 orang meninggal dunia, seorang mundur, dan seorang lainnya mendapatkan sanksi kedisiplinan.
akibatnya yang ikut tes, hanya sebanyak 543 orang dan yang diterima 209 orang.
rinciannya, 151 orang dari kalangan guru, 8 orang tenaga medis, dan 50 orang tenaga teknis.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.