| Pembatasan Minimarket Dinilai Bertentangan dengan Pasar Bebas |
surya online, malang - pengusaha minimarket mengaku pasrah dengan kebijakan yang dikeluarkan wali kota malang, m anton.
wali kota berencana melakukan pembatasan dan tidak memperpanjang ijin minimarket di wilayah perkampungan di kota malang.
"kami akan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah.
mau bagaimana pun pengusaha tetap kalah dengan pemerintah daerah," kata operation community relation manager alfamart regional v, m faruq, jumat (21/2/2014).
namun, dikatakannya, sampai sekarang belum ada sosialisasi dari pemkot malang terkait rencana kebijakan pembatasan pendirian minimarket berjejaring ke pengusaha.
"belum ada sosialisasi.
jika benar ada kebijakan pembatasan pendirian minimarket, aturannya harus jelas," ujarnya.
ia berharap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah itu tidak bertentangan dengan aturan dari pemerintah pusat.
jangan sampai kebijakan tersebut kontradiktif dengan aturan pemerintah pusat.
"di atas aturan pemerintah daerah ada aturan pemerintah pusat, di atasnya lagi ada aturan internasional.
jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan wali kota bertentangan dengan aturan di atasnya," katanya.
menurutnya, pemerintah harus ingat tahun depan (2015) indonesia masuk era perdagangan bebas asean free trade area (afta).
saat itu, pengusaha asing akan bebas masuk ke dalam negeri dan pengusaha lokal harus bisa bersaing.
"masak saat pengusaha asing masuk ke dalam negeri, kami, pengusaha lokal yang ingin mengembangkan usahanya malah dibatasi oleh pemerintah," ujarnya.
sebelumnya, wali kota malang, m anton, menyatakan tidak akan memperpanjang ijin minimarket yang berada di wilayah perkampungan.
otomatis minimarket yang masa ijinnya sudah habis akan tutup secara sendiri.
terkait    #minimarket
baca juga
minimarket harus segera perbanyak stok
mojokerto steril dari minimarket
delapan minimarket terancam ditutup satpol pp
lubangi tembok, perampok minimarket terekam cctv
pemkab kediri matikan pkl
penulis: samsul hadi
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.