Halaman

Senin, 24 Februari 2014

Pedagang Terminal TOW Terancam Gulung Tikar









surya online, surabaya - kekecewaan atas dikembalikanya izin trayek bus dari terminal tambak osowilangun (tow) ke terminal purabaya juga disampaikan persatuan warung dan toko (perwato).
pasalnya, tidak adanya itikad baik untuk meramaikan terminal tow menjadikan para pemilik warung dan toko di kompleks terminal tow terancam gulung tikar semua.
"pembeli dari penumpang bus di terminal tow merupakan harapan kami, jika terminal sepi dan kosong mau makan apa kita," kata mulyono, koordinator perwato kompleks terminal tow, minggu (23/2/2014).
dijelaskan mulyono, ketika awal bus dari berbagai jurusan di jawa timur dan jawa tengah mulai masuk ke terminal tow sebetulnya membuat pedagang cukup senang.
apalagi kondisi penumpang saat itu cukup ramai yang naik dari terminal tow.
akan tetapi, ramainya penumpang tersebut kurang mendapat respons dari pemilik bus yang tidak segera menambah armadanya.
akibatnya banyak penumpang yang kecewa dan marah-marah ketika sampai di terminal tow ternyata tidak ada armada bus yang melayaninya.
"kondisi demikian berlangsung berulangkali, hal itu karena armada bus yang ada sangat terbatas sehingga banyak penumpang yang kecewa," ucap mulyono.
oleh karena itu, ungkap mulyono, dengan dipindahkannya semua bus bertrayek terminal tow ke terminal purabaya jelas membuat pedagang tidak lagi bisa jualan dan tidak bisa membayar retribusi rp 150 ribu per bulan.
dan akhirnya banyak pedagang yang nekat jualan di luar terminal mengikuti bus-bus yang mangkal di luar terminal tow.
"hanya dengan cara ikutan jualan di luar terminal maka anggota perwato bisa bertahan hidup," tandas mulyono.
jika pemkot tetap membiarkan kondisi terminal tow sepi, imbuh mulyono, maka anggota perwato selain semuanya akan jualan di luar terminal tow juga akan melakukan aksi protes langsung ke wali kota surabaya yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
"kami curiga, sulitnya meramaikan terminal tow karena diduga banyak oknum pengelola terminal yang terlanjur mendapatkan fee besar di terminal purabaya.
oknum tersebut khawatir jika terminal tow ramai pendapatanya di terminal purabaya turun," tutur mulyono.




penulis: ahmad amru muiz

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.