surya online, surabaya – pengurus pusat persatuan guru republik indonesia (pgri) menyatakan siap menjadi patner pemerintah.
pernyataan tesebut disampaikan ketua umum pengurus besar pgri sulistyo, minggu (26/1/2014) dalam konferensi kerja nasional (konkernas) i pgri di hotel garden palace, surabaya.
pembukaan konkernas i ini dihadiri gubernur jatim soekarwo, sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) akhmad sukardi, dan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan jatim harun.
menurut sulistyo, dengan menjadi patner pemerintah, pgri yang menjadi tempat bernaung para guru di indonesia akan mampu berjuang bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan.
hal itu dinilai penting, di tengah semakin kompleks dan besarnya tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan di masa yang akan datang.
“makanya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menjadikan pgri sebagai patner dalam mengembangkan pendidikan,” tegasnya.
agar pgri dapat memberikan kontribusi, pihaknya, kata sulistyo akan menjadikan peningkatan sumber daya manusia (sdm) guru-guru pgri sebagai prioritas utama.
untuk itu, dirinya minta program kerja yang dilakukan pgri benar-benar difokuskan pada kegiatan dalam mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat.
untuk itu, pemerintah diminta serius memerhatikan guru honorer dan guru swasta.
pasalnya sampai sekarang status kepegawaian guru honorer tidak terlindungi sama sekali.
“tak adanya perlindungan itu terlihat, mulai dari proses rekruitmen sampai tekait kesejahteraannya yang juga jauh dari memadai,” tandas sulistyo.
ketua pgri jatim ichwan sumadi menambahkan, konkernas i di surabaya diikuti 417 orang peserta dari 33 provinsi di indonesia.
mulai pengurus besar pgri, dewan pakar pgri, pengurus pgri provinsi, kabupaten/kota se-jatim, dan kalangan perguruan tinggi.
konkernas dengan mengusung tema, “memantapkan pgri sebagai organisasi profesi guru indonesia untuk memajukan pendidik bermutu” ini akan berlangsung empat hari, mulai 25 sampai 28 januari ini.
“selama empat hari tersebut, berbagai permasalahan akan dibahas, khususnya yang terkait masalah pendidikan dan guru,” jelasnya.
selain itu, akan dilaporkan juga pelaksanakan kegiatan pgri tahun 2013 dan penyusunan program 2014 - 2019.
sementara itu, gubernur soekarwo minta pgri harus menyiapkan diri menghadapi pemberlakuan pasar bebas afta 2015.
caranya dengan menyiapkan software, hardware, dan printware.
jika hal itu tidak dipersiapkan dengan baik, maka indonesia akan menjadi pasar.
“makanya pgri harus melakukan persiapan serius untuk menyongsong afta tersebut.
sehingga pertemuan ini harus dimanfaatkan untuk tidak hanya merumuskan permasalahan guru honorer, tapi juga kualitas pendidikan.
agar guru-guru tidak kalah kualitasnya dengan guru-guru dari negara lain,” tegasnya.
menurut pakde karwo, afta merupakan tantangan serius dan tahun ini adalah tahun terakhir bagi pgri untuk merumuskan beberapa standarisasi kualitas guru dan dosen yang dapat mengajar antar negara di asia.
sehingga pendekatan dan metode dedaktif serta cara mengajar yang ditetapkan harus memenuhi standar internasional.
khususnya, yang yang berkaitan dengan kompetensi akademik, profesionalisme, sosial, sifat perilaku, dan kompetensi perubahan.
“namun hal yang tidak kalah pentingnya, bidang pendidikan juga harus meletakkan akhlak dan moralitas sebagai basis pendidikan.
jika itu tidak dilakukan, akan sangat bahaya,” imbuh pakde, mengingatkan.
terkait    #konkernas i pgri, surabaya
penulis: mujib anwar
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.