Halaman

Rabu, 22 Januari 2014

Perahu Wisata Sungai Brantas Sepi Peminat









surya online, kediri-meski telah beroperasi lebih setahun, keberadaan perahu wisata di bantaran sungai brantas, kota kediri, jawa timur masih sepi peminat.
tidak setiap hari ada pengunjung yang memanfaatkan jasa perahu wisata.
"kalau dihitung secara ekonomis kami jelas rugi karena pemasukan dan pengeluaran tak sebanding.
tidak setiap hari ada yang memanfaatkan jasa perahu wisata," ungkap moestoro, pengelola perahu wisata sungai brantas kepada surya online, rabu (22/1/2014).
dijelaskan moestoro, dari 15 unit perahu yang dikelolanya, 9 perahu dapat digunakan untuk berwisata menyusuri sungai brantas.
perahu itu didatangkan dari pantai prigi dan popoh dan satu perahu eks penambang pasir yang telah diubah menjadi perahu wisata.
karena peminat perahu wisata masih sepi, sebagian perahunya ada yang dibawa lagi ke pantai prigi dan popoh  untuk mencari ikan.
order jasa perahu wisata semakin sepi setelah pembangunan jembatan brawijaya dihentikan sejak awal januari lalu.
"saat pembangunan proyek jembatan brawijaya, pekerja proyek banyak yang memanfaatkan jasa perahu kami.
perahu kami juga berfungsi sebagai sar untuk menyelamatkan pekerja yang terjatuh ke sungai," ungkap moestoro.
kini pihaknya sudah tidak mendapatkan pemasukan lagi dari jasa proyek jembatan.
masalahnya pembangunan proyek jembatan brawijaya saat ini telah berhenti total tidak ada aktivitas lagi.
sehingga penghasilan yang diperolehnya sepenuhnya hanya mengandalkan uang sewa perahu dari pengunjung.
"kami dua kali menyelamatkan pekerja proyek yang terjatuh ke sungai," ujarnya.
menurut moestoro, sewa perahu dihitung per orang dengan tarif rp 10.
000.
padahal sekali jalan dengan rute jembatan brawijaya hingga jembatan baru di alun-alun kota kediri menghabiskan bensin 4 liter atau rp 26.
000.
"kalau penumpangnya hanya dua orang jelas kami rugi, padahal yang naik perahu kami kebanyakan hanya dua orang," ujarnya.
meski dibayangi kerugian, moestoro mengaku akan tetap bertahan merintis jasa perahu wisata.
"mudah-mudahan nikmatnya nanti setelah pembangunan jembatan brawijaya selesai.
sekarang bersusah-susah dahulu," tuturnya.
moestoro mengaku harus merogoh koceknya hingga rp 300 juta untuk modal merintis usaha jasa perahu wisata.
namun dia dibantu tiga rekannya untuk mengoperasikan perahu.
"kalau ada mesin yang rusak kami servis sendiri, termasuk kalau perahu bocor kami tambal sendiri," jelasnya.
mantan wartawan ini mengaku berwisata menyusuri sungai brantas lebih menarik ketimbang wisata di danau sarangan.
"kalau benar-benar dikelola dengan baik, wisata menyusuri sungai brantas memberikan nilai lebih," tambahnya.
moestoro juga melengkapi perahu wisata yang dikelolanya dengan peralatan pengaman darurat.
di antaranya baju pelampung, ban karet dan pipa penyeimbang yang ada di kanan-kini perahu.




baca juga



uji coba pengelola perahu wisata belum urus ijin





penulis: didik mashudi

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.