Halaman

Tampilkan postingan dengan label Perdagangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perdagangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Dua Bocah Ini Menjadi Korban Perdagangan Anak




Dua Bocah Ini Menjadi Korban Perdagangan Anak
Dua Bocah Ini Menjadi Korban Perdagangan Anak






surya online, kolaka – dua perempuan bersaudara menjadi korban perdagangan anak (trafficking), dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai pengsuh bayi.
dua korban, la (13) dan un (15), semula dibawa keluarganya ke kabupaten konawe utara, namun kemudian diketahui dipekerjakan sebagai pelayan tempat hiburan malamkepolisian resor kolaka, sulawesi tenggara, pun berhasil menangkap v, yang diduga melakukan penjualan terhadap kedua bocah tersebut.
"kedua korban masih mempunyai hubungan keluarga dan pelaku v adalah warga kecamatan latambaga," kata humas polres kolaka akp nazaruddin, selasa (4/3/2014).
kronologis kejadiannya, kata nazaruddin, pada bulan lalu kedua anak di bawah umur itu menerima telepon dari tersangka v untuk dipekerjakan di daerah pomalaa.
     "namun saat tiba di pomalaa, oleh pelaku dibawa ke asera kabupaten konawe utara untuk dipekerjakan sebagai pelayan tempat hiburan malam," ungkapnya.
     nazaruddin menjelaskan kasus ini masih terus dikembangkan dan pelaku maupun kedua korban saat ini masih menjalani proses pemeriksaan.
     pelaku v akan dijerat dengan uu perlindungan anak, karena kedua korban masih di bawah umur.
(ant)




googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 31 Januari 2014

Gita Wirjawan Mundur Dari Jabatan Menteri Perdagangan




Gita Wirjawan Mundur Dari Jabatan Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan Mundur Dari Jabatan Menteri Perdagangan






surya online, jakarta - gita wirjawan menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai menteri perdagangan, jumat (31/1/2014).
"saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai menteri perdagangan," kata gita dalam jumpa pers di kementerian perdagangan, jumat (31/1/2014).
gita mengatakan, langkah untuk memilih berhenti sebagai mendag yang efektif mulai 1 februari 2014 tersebut dikarenakan dirinya ingin lebih fokus untuk mengikuti konvensi partai demokrat.
         "saya sudah merasa selayaknya jika saya harus mencurahkan seluruh energi dan waktu untuk mensukseskan seluruh upaya yang mulia tersebut,” kata gita, yang melakukan jumpa pers tersebut selama empat menit saja.
         menurut gita, pengunduran diri tersebut didasari dari kesadaran diri tentang besarnya konflik kepentingan jika dia memilih untuk terlibat secara penuh dalam proses politik khususnya dalam konvensi tersebut.
         gita mengharapkan, langkah yang diambilnya tersebut merupakan langkah terbaik bagi indonesia dan bisa menjadi presiden dalam perkembangan politik dan demokrasi di indonesia.
         "saya berterima kasih kepada keluarga saya dan seluruh rekan-rekan lainnya yang memberikan dukungan," kata gita.
           gita menambahkan, kebijakan yang mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan nasional yang dikeluarkan semasa dia menjabat, dapat dilanjutkan pejabat penggantinya.
         hal tersebut, lanjut gita, antara lain adalah beberapa peraturan menteri, diskusi terkait ruu perdagangan, permendag 70/2013, penyelenggaraan wto yang mengedepankan kepentingan negara miskin dan para petani dan negara berkembang.
          gita merupakan salah satu dari 11 peserta konvensi calon presiden partai demokrat yang juga diikuti oleh menteri bumn, dahlan iskan, ketua dpr marzuki alie, dan rektor paramadina anies baswedan.
         gita mengecap pendidikan s1 di sekolah musik berkeley amerika serikat dan kennedy school of government di harvard university.
pada tahun 2002 pria yang jago bermain piano itu melanjutkan pendidikan ke jenjang s2 di harvard university.
         semasa karir profesionalnya gita pernah menjabat sebagai presdir jp morgan indonesia tahun 2006-2008 kemudian mendirikan perusahaan capital sendiri yakni ancora tahun 2008.
tahun 2009 dia menjabat sebagai kepala badan koordinasi penanaman modal (bkpm).
gita dilantik sebagai menteri perdagangan tahun 2011.
(antara)


terkait    #gita wirjawan   #partai demokrat

baca juga



komisi pengawas pastikan dugaan politik uang anas


kpu kabupaten mojokerto copot bendera partai demokrat


gita wirjawan : ruang fiskal indonesia dapat dioptimalkan






editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 02 Agustus 2013

Perdagangan dan Perhotelan Masih Menopang Ekonomi Jatim




Perdagangan dan Perhotelan Masih Menopang Ekonomi Jatim
Perdagangan dan Perhotelan Masih Menopang Ekonomi Jatim






surya online, surabaya - pertumbuhan ekonomi jawa timur di triwulan kedua tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 3,20 persen dibandingkan triwulan pertama.
seperti sebelumnya, sektor perdagangan, hotel dan restoran masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan tersebut.
badan pusat statistik (bps) provinsi jawa timur, jumat (2/8/2013) merilis laporan pertumbuhan ekonomi jatim dan menyebutkan bahwa secara year on year (yoy), atau dibandingkan triwulan yang sama di tahun 2012 lalu, pertumbuhan ekonomi jatim malah tercatat sebesar 6,97 persen.
sementara secara kumulatif, ekonomi jatim tercatat tumbuh sebesar 6,81 persen.
kepala bps jatim, m sairi hasbullah menyebutkan, sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 2,89 persen terhadap perekonomian jatim (yoy).
 di bawah sektor tersebut, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 1,56 persen.
“dua sektor tersebut masih menjadi primadona ekonomi di jawa timur,” ujar sairi di surabaya, jumat (2/8/2013) siangselain kedua sektor itu, sektor-sektor lain yang turut berkontribusi terhadap perekonomian jatim adalah pertanian, pertambangan dan penggalian, listrik, gas dan air bersih, konstruksi, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, serta sektor jasa.
“dari semua itu, sektor pertambangan dan penggalian merupakan sumber pertumbuhan terendah dengan nilai 0,05 persen,” tambahnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Juni 2013

Hino Manfaatkan Perdagangan Jatim








surabaya - pt hino motors sales indonesia (hmsi) meluncurkan produk truk terbarunya di surabaya, rabu (5/6/2013).
hino meluncurkan tujuh seri ranger sekaligus yang ditujukan untuk menembus peluang pasar di jatim.
tujuh produk terbaru itu masing-masing terdiri dari empat produk seri ranger yang sudah mengadopsi teknologi mesin common rail dan tiga seri ranger dengan generasi mesin mekanik.
empat seri ranger dengan mesin common rail yakni hino 500 super cruising ranger fg 240 jp, fg 240js, dan fl 240 jw, dan fm 285 jw.
sedangkan tiga truk baru dengan mesin mekanik yang diluncurkan adalah hino 500 super ranger fg 215 jp, fg 235 js dan fm 260 th.
produk baru itu dijual dengan harga mulai rp 514 juta (sesuai tipe).
sales and promotion director pt hino motors sales indonesia (hmsi) santiko wardoyo menyatakan kondisi perekonomian dan perdagangan di jatim yang terus stabil menjanjikan penjualan produk truk yang baik.
"truk truk kelompok 4x2 dan 6x2 masih akan banyak terserap untuk angkutan kargo, pasar truk kargo ini akan terus tumb uh di jatim," ujar santiko jelang acara peluncuran di imperial ballroom pakuwon, rabu (5/6/2013).
ia menyebut selama ini jatim memberi kontribusi penjualan bagi hino 16 persen sampai 18 persen dari total penjualan hino nasional.
"penjualan truk, khusunya kelompok kargo paling banyak terserap di pulau jawa, 60 persen penjualannya di jawa, di sumatra hanya 20 persen, ini berartijatim sendiri mendekati penjualan se sumatra," ungkap santiko.
president director pt catur kokoh mobil nasional (cmkn), mario soedewo menambahkan, pasar truk nasional selama ini terus bertumbuh.
pertumbuhan mencapai 10-15 persen per tahun.
"pertumbuhan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
penjualan hino secara nasional hingga mei tahun ini sebesar 45.
150 unit.
tahun lalu penjualan mencapai 45.
500 unit.
sedangkan total penjuaalan sepanjanag 2012 sebesar rp 145.
900 unit.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com