Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pengawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengawas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Kabupaten Tuban Miliki Tim Pengawas Orang Asing








suryaonline, tuban - tuban kini memiliki tim pengawas orang asing (timpora).
tim yang dibentuk oleh kantor imigrasi kelas 1 tanjung perak ini bertujuan mengawasi izin, tempat kerja, tempat tinggal serta tujuan para orang asing ini hadir di tuban.
menurut kepala kantor imigrasi kelas 1 tanjung perak dwi widodo, tuban terpilih menjadi kabupaten ketiga pembentukan timpora ini karena jumlah orang asing dan pesatnya perkembangan industri dalam dua tahun terakhir.
sebelumnya di tuban, pihaknya telah membentuk tim serupa di kabupaten gresik dan bojonegoro.
"keberadaan orang asing ini sangat penting untuk di awasii untuk menjaga kedaulatan nkri agar tidak terganggu oleh warga asing," kata dwi usai menggelar pertemuan di hotel resot tuban tropis jalan basuki rahmad, rabu (15/5/2013) siang.
dwi menjelaskan tim ini juga melibatkan beberapa instansi lain, seperti dinas perhubungan, dinas kependudukan dan catatan sipil, kepolisian dan tni.
sekertaris kabupaten tuban heri sisworo mengungkapkan jumlah orang asing di tuban saat ini mencapai 109 orang.
menurutnya jumlah ini pasti akan bertambah mengingat perkembangan industri di tuban yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
"keberadaan industri ini merupakan magnet yang kuat untuk mereka datang ke sini," kata heri saat itu.
heri mengaku perlakukan khusus pada orang asing hingga kini oleh pemerintah daerah hingga kini belum ada.
karena itu ia menyambut baik terbentuknya tim ini, meskipun belum ada temuan masalah terkait keberadaan orang asing di tuban.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 21 April 2013

Unas SMP Tanpa Pengawas Perguruan Tinggi








surabaya - pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat smp/mts ternyata tidak dipantau pengawas perguruan tinggi.
itu artinya, jujur tidaknya pelaksanaan unas ini hanya mengandalkan pengawas ruang yang dari sekolah lain.
koordinator pengawas perguruan tinggi prof alimufie arief  mengungkapkan, di unas smp ini pihaknya hanya berwenang mengawasi pengadaan naskah di percetakan hingga proses penyimpanan di polrestabes.
"dan hari ini semua soal sudah didistribusikan ke polres.
semua berjalan lancar tanpa kendala,"kata alimufie saat dihubungi, sabtu (20/4/2013).
sementara untuk proses pemindaian lembar jawaban unas (ljun)  juga tidak dilakukan perguruan tinggi, namun langsung dinas pendidikan jatim.
ini juga berbeda dengan unas tingkat sma yang proses pemindaiannya dilakukan di perguruan tinggi sebelum akhirnya dikirim ke pusat untuk skoring.
"memang di pos (prosedur operating sistem) demikian.
mungkin karena sma akan masuk perguruan tinggi, jadi diperketat dan diawasi langsung kami,"alasannya.
    disinggung tentang lemahnya pengawasan tanpa perguruan tinggi karena di beberapa kasus seperti perjokian di tuban yang mengungkap pengawas pt, alimufie optimis kasus-kasus itu tidak terjadi.
menurut dia, pengawas ruang di unas smp sudah banyak belajar dari kasus-kasus yang terungkap saat unas sma.
"memang pengawas ruang ini memiliki peranan yang sangat besar mulai dari mengawasi peserta saat menyobek ljun hingga memperlakukan ljun agar bisa dipindai,"katanya.
"harapan saya tidak ada kecurangan-kecurangan seperti sebelumnya,"pungkasnya.
ketua dewan pendidikan jatim prof zainudin maliki meminta pengawas lebih jeli dan cermat dalam melihat setiap indikasi kecurangan yang terjadi.
menurut dia kecurangan itu memang masih mungkin terjadi meski peluangnya kecil.
misalnya adanya peserta yang membawa ponsel untuk berkomunikasi dengan pihak luar ruang ujian baik pihak skolah maupun lainnya.
"ini harus diantisipasi pengawas ruang dengan melarang membawa ponsel di dalam ruang,"katanya.
sementara untuk kebocoran, menurut mantan rektor universitas muhammadiyah sidoarjo hal itu bisa saja terjadi meski juga sangat kecil karena ada 20 paket soal berbeda di setiap ruang.
karena itu dia mengimbau kepada siswa maupun orangtua untuk tidak mempercayai bocoran soal tersebut.
apalagi sampai mengeluarkan uang demi mendapat bocoran tersebut.
"saat ini yang lebih penting adalah mempersiapkan mental siswa sebaik-baiknya.
tidak perlu terlalu risau.
hadapi unas dengan ketenangan, itu yang menjadi modal untuk bisa mengerjakan,"sarannya.
untuk pengawas ruang, dia meminta untuk bersikap wajar, tidak menciptakan suasana seperti perang.
"cukup diawasi, anak-anak sudah merasa.
jadi biarkan mereka mengerjakan dengan tenang,"katanya.
kepala dinas pendidikan jatim harun optimis pelaksanaan ujian nasional tingkat smp akan lebih baik dari unas sma.
hal itu beralasan karena persiapan yang dilakukan lebih matang dan lebih lama dibandingkan sma.
terkait adanya kecurangan seperti perjokian di tuban menurut harun hal itu membuktikan bahwa sistem pengawasan unas benar-benar berjalan.
"kalau gak ada apa-apa itu malah dipertanyakan bagaimana kerjanya.
dengan adanya kasus yang terungkap kan berarti benar-benar ada pengawasan yang baik.
dan ini akan terus kami lakukan untuk unas tingkat smp ataupun sd mendatang,"tukasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 09 April 2013

Pengawas PT Akan Diberi Kewenangan Lebih








malang - teknis pengawasan ujian nasional (unas) tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.
salah satunya, pengawas independen dari perguruan tinggi akan diberikan kewenangan lebih.
menurut kepala seksi kurikulum dinas pendidikan kota malang, budiono, pihaknya telah menyosialisasikan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan unas tahun ini.
"misalnya bagaimana cara menyobek antara lembar jawaban dan soal, dan bagaimana teknis pengawasan silang antar sub rayon," jelasnya.
budiono melanjutkan, dalam aturan baru unas diberlakukan sistem libur bagi guru mata pelajaran yang sedang diujikan.
libur diberlakukan serentak tanpa ada pengecualian.
aturan ini untuk mengantisipasi guru mata pelajaran yang di unaskan, yang akan berbuat curang.
para pengawas akan ditukar secara total antar sub rayon.
setiap ruangan, nantinya akan dijaga dua orang pengawas.
baik untuk ruangan besar yang berisi 20 siswa per kelas, maupun ruangan kecil yang berisi kurang dari 20 siswa.
"untuk aturan ini memang tidak berubah.
seperti tahun lalu ada dua guru pengawas untuk setiap ruangan," tambahnya.
namun yang beda, guru pengawas diikat dengan sejumlah beraturan.
antara lain, pengawas hanya boleh berada di kursi yang sudah disediakan.
mereka dilarang untuk berjalan-jelan di antara para peserta unas.
para pengawas juga dilarang membaca koran, mengantuk, dan merokok di dalam ruang unas.
bila melanggar, pengawas bisa dikenakan sanksi.
khusus untuk pengawas independen dari perguruan tinggi (pt), kata budiono, mereka diberi kewenangan lebih.
di antaranya pengawas ada di setiap sekolah yang menggelar unas.
mereka diperbolehkan masuk ke dalam ruangan unas, serta berhak memberikan penilaian terhadap pengawas.
pengawas pt juga bisa menerima laporan keberatan peserta unas, terhadap guru pengawas.
pengawas pt pula yang akan mengawal lembar jawaban dan soal dari para siswa  sampai ke dinas pendidikan kota dan dinas pendidikan provinsi.
"setiap mata pelajaran yang diujikan, akan dikirim langsung pada hari yang sama ke provinsi.
pengawas independen yang akan mengawalnya," ucapnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com