Halaman

Tampilkan postingan dengan label PTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

PTS Penerima Bidik Misi Bertambah








surabaya - beasiswa pendidikan bagi mahasiswa berprestasi atau bidik misi ternyata juga bisa dirasakan mahasiswa kurang mampu dari perguruan tinggi swasta (pts).
bahkan tahun ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu.
soegijanto, koordinator koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis) wilayah vii mengatakan, tahun ini jumlah pts di wilayahnya yang mendapatkan bidik misi ada 10 pts dengan total 116 mahasiswa.
"ini meningkat karena tahun 2012 lalu bidik misi hanya untuk 67 mahasiswa di 8 pts," terangnya akhir pekan ini.
tahun 2012 lalu, sejumlah pts yang mendapatkan program bidik misi diantaranya universitas muhammadiyah malang (umm), uk petra, stesia, perbanas, upn veteran dan ubaya.
menurut dia penambahan ini merupakan bentuk komitmen direktorat jenderal (dirjen) pendidikan tinggi (dikti) kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud).
anggaran program bidik misi pts ini bukan hanya untuk mahasiswa, sebagian juga diberikan kepada pengelola atau yayasan pemilik pts yang prodinya menerima mahasiswa bidik misi tersebut sebagai tambahan operasioanal.
diakui soegijanto, selain meringankan beban mahasiswa, bidik misi ini juga menjadi prestise tersendiri bagi pts penerima.
itu beralasan karena salah satu syarat program studi (prodi) penerima mahasiswa bidik misi adalah harus memiliki nilai akreditasi prodi a.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 30 Maret 2013

205 PTS Bermasalah Dengan Yayasan








surabaya - sebanyak 205 perguruan tinggi swasta (pts) di indonesia bermasalah (konflik) dengan yayasannya.
hal ini diungkapkan ketua asosiasi badan penyelenggara perguruan tinggi swasta pusat prof dr thomas soeyatno dalam workshop pengelolaan keuangan yayasan, badan penyelenggara pts berbasis it yang digelar universitas narotama surabaya, sabtu (30/3/2013).
konflik itu disebabkan karena masalah keuangan yang tidak transparan antara rektorat dengan yayasan.
"karena itulah perlu laporan keuangan berbasis it karena selain memberi output kuantitatif juga kualitatif,"katanya.
wakil ketua asosiasi perguruan tinggi swasta (aptisi) pusat m budi djatmiko membenarkan bahwa masalah keuangan menjadi faktor paling kuat penyebab konflik antara yayasan dan pts.
"memang ada faktor lain seperti otonomi yang tidak ada kesepakatan antara rektorat dengan yayasan.
kemudian posisi dan kedudukan keduanya, masalah pribadi dan komunikasi.
tapi yang paling kuat tetap masalah keuangan karena ujung-ujungnya pasti duit," katanya.
dari 250 pts yang bermasalah tersebut 10 diantaranya berada di jatim.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com