Halaman

Tampilkan postingan dengan label Lokalisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokalisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juni 2013

Caleg Tewas di Lokalisasi Besini Jember




Caleg Tewas di Lokalisasi Besini Jember
Caleg Tewas di Lokalisasi Besini Jember





jember - seorang calon legislator (caleg) dprd jember untuk pileg 2014, karyanto (55) ditemukan tewas di eks lokalisasi besini kecamatan puger, jember, senin (24/6/2013) malam.
dari informasi yang dihimpun ia tewas di kamar 52 di sebuah rumah di eks lokalisasi itu.
karyanto tewas ketika dilayani oleh seorang psk berinisial ls.
ia berada di tempat itu sejak pukul 20.
00 wib.
ketika di tengah pelayanan seksual, karyanto minta berhenti karena tersengal dan kejang.
ls sempat memberi minum karyanto namun ia akhirnya tewas.
karyanto tercatat sebagai caleg partai golongan karya untuk daerah pemilihan (dapil) empat.
dalam daftar caleg sementara (dcs) ia berada di nomor urutan enam.
"saya tidak tahu kronologinya.
memang ada nama caleg atas nama itu tetapi persyaratannya masih tidak lengkap," ujar ketua dpd partai golkar jember yantit budi hartono, selasa (25/6/2013).

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 18 Mei 2013

Penutupan Lokalisasi Harus Manusiawi








surabaya - komisi d mengharapkan dalam penutupan lokalisasi tambakasri, pemkot mengedepankan rasa kemanusiaan.
terutama dalam mengirim pulang para penghuninya ke daerah asal.
ketua komisi d, baktiono mengatakan pemkot tidak boleh lepas tangan begitu saja setelah melakukan penutupan lokalisasi.
sejumlah program untuk menormalisasi lokalisasi, sebagai wilayah hunian harus dilakukan secara berkesinambungan.
"dengan begitu, warga asli lokalisasi bisa secepatnya beradaptasi sebagai warga pada umumnya," kata baktiono, jumat (17/5/2013).
disamping itu, ungkap baktiono, pemkot selayaknya mengajak lsm bidang sosial kemanusiaan dalam melakukan penutupan lokalisasi.
karena lsm tersebut yang memiliki jaringan hingga ke daerah asal psk atau penghuni lokalisasi.
dengan demikian, keberadaan dari psk yang dipulangkan bisa terus terpantau dan terawasi.
"terlebih jika psk tersebut kembali menekuni profesinya di tempat lain, pasti bisa diketahui berdasar laporan lsm mitra kerja tersebut," ujar baktiono.
memang, diakui baktiono, persoalan penutupan lokalisasi yang selama ini telah di lakukan pemkot surabaya berdasar laporan yang diterima komisi d dprd tidak tuntas 100 persen.
terutama terkait modal kerja yang dijanjikan, tidak direalisasi seluruhnya.
akibatnya, psk banyak mengeluh dan akhirnya berusaha kembali menekuni dunia prostitusi di tempat lain.
"ini harus menjadi perhatian pemkot, dan pemprov jatim, sehingga tidak hanya beri perintah saja pada pemkot," tutur baktiono.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com