Halaman

Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

Pemkab Malang Belum Bisa Berikan Uang Lauk Pauk









surya online, malang-pemkab malang masih belum bisa memberikan uang lauk pauk kepada pns.
sebab anggarannya sangat besar.
  "hasil simulasi 2010, dengan uang lauk pauk rp 5000 per hari, maka akumulasi anggarannya rp 23 miliar," jelas abdul malik, sekda kabupaten malang kepada surya online, selasa (6/8/2013).
hal itu karena jumlah pns pemkab malang sekitar 17.
000-an pada 2010.
tapi jumlah itu sudah berkurang karena setiap tahunnya ada 500-700 pns yang pensiun dan tidak ada gantinya karena moratorium.
menurut malik, instruksi dari menteri keuangan adalah dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
maksimal uang lauk pauk adalah rp 15.
000.
"kalau pemkab malang masih belum mampu karena anggarannya cukup besar," katanya.
sebab dari apbd saat ini saja, untuk membayar gaji pns saja menyerap lebih dari 60 persen.
sehingga kalau dipaksakan, maka dikhawatirkan tidak ada pembangunan karena dana yang ada hanya untuk mengurusi pns.
menurutnya, ia tidak bisa memprediksi kapan pemkab malang mampu memberikan uang lauk pauk.
"ya kalau ada kemampuan di apbd.
tapi masalahnya banyak program yang perlu diprioritaskan untuk mendukung tercapainya visi misi madep mantep," kata malik yang tengah menunggu kedatangan cucu pertamanya ini.
katanya, hal itu bisa terealisasi jika ada pemasukkan rp 40 miliar di apbd.
namun saat ini saja apbd kabupaten malang masih defisit rp 147 miliar.
sementara dari otak atik biaya makanan dan minuman di skpd, totalnya hanya rp 2 miliar.
jadi, lanjutnya, tidak bisa diambilkan dari anggaran mamin skpd karena kebutuhannya rp 23 miliar.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 24 Mei 2013

Rela Makan Lauk Krupuk Demi Pergi ke Inggris




Rela Makan Lauk Krupuk Demi Pergi ke Inggris
Rela Makan Lauk Krupuk Demi Pergi ke Inggris





surabaya - pikiran gila untuk pergi ke inggris pertama kali melintas di benak fauzi pada november 2011.
saat itu, ia yang merupakan anggota indonesian toon army (komunitas fans newcastle), mengikuti acara gathering para fans newcastle dari seluruh indonesia.
"pada acara itu ada penggemar bertukar cerita tentang pengalaman mereka ketika pergi ke inggris, dan mendukung newcastle secara langsung.
pada saat itu mulai timbul ke-inginan, bahwa saya juga harus bisa seperti mereka yang pergi ke st james park (stadion milik newcastle, red)," ujar fauzi.
tekad telah keluar dari mulutnya, maka fauzi pun mulai berusaha mewujudkan ide gila ini.
ya, seorang mahasiswa indekos yang setiap bulannya harus hidup dengan uang saku rp 1 juta, harus menabung mati-matian demi pergi ke inggris, negara yang disebut-sebut menduduki peringkat ke-20 sebagai negara dengan biaya hidup termahal sedunia.
selama lebih dari setahun, fauzi pun mengaku harus menghentikan total kebiasaan makan 'layak'.
ia sering numpang makan di rumah teman maupun kerabat.
tak jarang, nasi dengan lauk kerupuk pun rela ia santap di kamar indekos.
ia mengatakan, berat badannya sampai susut 11 kg.
"dari hitung-hitungan saya, pokoknya waktu itu 80 persen uang saya harus langsung masuk rekening tabungan.
entah bagaimana caranya saya hidup," sebutnya.
(ab)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com