Halaman

Tampilkan postingan dengan label Komite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komite. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Komite Futsal Jatim akan Temui KONI









surya online, surabaya - komite futsal asosiasi provinsi pssi jatim berusaha mematangkan rencana pemusatan latihan daerah (puslatda) yang diproyeksikan ke pon 2016 jawa barat.
langkah terdekat, komite futsal mengagendakan pertemuan dengan koni jatim.
rencanaya komite futsal akan ke koni dan melakukan pembicaraan pada pekan depan.
pertemuan ini diharapkan bisa memberikan gambaran  jelas terkait puslatda cabang olahraga (cabor) futsal.
"kami aka bertemu dan rapat dengan koni dulu.
supaya ada gembaran yang pasti soal fustal ini di pon nanti," sebut giri bayu kusumah, ketua komite futsal asprov pssi jatim kepada surya, jumat (7/3/2013).
setelah bertemu koni, kata giri, akan ditinjaklanjuti ke masing-masing pengurus cabang (pengcab) dan komunitas futsal yang ada di jatim.
sehinga nanti dihasilkan formula yang tepat guna menyiapkan tim puslatda futsal.
hingga saat ini, koni jatim baru fokus menggarap cabor-cabor perorangan untuk puslatda yang diproyeksikan ke pon 2016 mendatang.
sedangkan puslatda cabor tim atau kelompok, belum secara detail dimulai.
giri mengungkapkan, dirinya juga belum berbicara soal teknis tim puslatda futsal.
sehingga ia belum menentukan siapa manajer dan pelatih yang akan menangani skluad futsal jatim yang disiapkan menuju pon di jawa barat.
"saya belum melangkah untuk manajer itu siapa.
ini baru persiapan awal, saya harus sharing dulu dengan teman-teman pengcab dan komunitas futsal," aku giri.
soal pelatih, lanjut giri, biar nanti ditentukan oleh manajer yang memegang tim futsal.
sebelum ada manajernya, maka pelatih yang nanti akan dipercaya memegang tim juga belum ada.
cabor futsal sudah dipertandingkan di pon 2012 riau.
saat itu, jatim tidak ikut ambil bagian tampil di pesta empat tahunan ini.
ini seiring kekegalan futsal jatim di pra pon yang diikutinya.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 01 Februari 2014

Komite Nilai Gita Wirjawan Fokus Hadapi Konvensi




Komite Nilai Gita Wirjawan Fokus Hadapi Konvensi
Komite Nilai Gita Wirjawan Fokus Hadapi Konvensi






surya online, jakarta - anggota komite konvensi partai demokrat, vera febyanty, menilai, keputusan gita wirjawan mundur dari posisinya sebagai menteri perdagangan untuk fokus menghadapi konvensi partai demokrat.
9 juli nanti adalah hari pemilu presiden, saat rakyat indonesia memilih dan memutuskan presiden baru pengganti susilo yudhoyono yang telah dua kali menjabat sejak 2004 lalu.
konvensi partai demokrat akan banyak menyita waktu wirjawan sebagai menteri.
wirjawan adalah menteri pertama dalam semua kabinet sejak orde baru memerintah hingga kini yang mundur pada saat masih menjabat.
"beliau ingin menghindari konflik kepentingan.
itu langkah cukup bagus, kami acungkan jempol," kata febryanty, di jakarta, jumat (31/1/2014).
"kalau beliau sebagai menteri akan terpecah konsentrasinya.
saya kira pak gita sudah cerdas," kata febyanty, sekaligus dia katakan sebagai keseriusan wirjawan menjadi calon presiden.
"saya menilai, pak gita akan habis-habisan untuk konvensi.
dia juga tidak ingin terkesan menggunakan fasilitas negara ketika melakukan kampanye atau sosialisasi sebagai peserta konvensi," ujar febyanty.
wirjawan mundur, kata dia, bukan berarti melepaskan tanggung jawab saat ada masalah melanda, di antaranya impor beras, garam, dan lain sebagainya.
"prestasi yang dibuat pak gita cukup berhasil, beliau sudah meninggalkan prestasi ini sudah tepat untuk mundur," katanya.
"waktu itu pernah menyatakan ingin mundur, mungkin dianggap belum tepat karena banyak sekali persoalan saat itu sehingga beliau tidak jadi.
jadi mundurnya beliau sekarang tidak ada kaitannya dengan masalah itu," kata dia.
sedangkan untuk menteri bumn, dahlan iskan, dia menyatakan, bila iskan sanggup membagi waktu antara tugasnya sebagai menteri dan menjalani konvensi, tak perlu mundur.
"kami serahkan kepada pak dahlan soal tersebut.
kalau tak sanggup, tiru langkah pak gita," kata dia.
(ant)




editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 01 Juni 2013

Lydia Nsekera, Perempuan Pertama Anggota Komite Eksekutif FIFA








port louis - lydia nsekera asal burundi mencetak sejarah pada jumat (31/05/2013) ketika ia menjadi perempuan pertama yang terpilih untuk menjadi anggota komite eksekutif (komeks) badan sepak bola dunia (fifa) untuk masa jabatan penuh.
nsekera terpilih untuk menjabat selama empat tahun penuh pada kongres fifa di mauritius, sedangkan dua perempuan lain, moya dodd asal australia dan sonia bien-aime dari kepulauan turks and caicos, terpilih untuk masa jabatan satu tahun.
    nskera merupakan perempuan pertama yang terpilih untuk masa jabatan satu tahun pada kongres tahun lalu di budapest.
    sekarang akan ada tiga perempuan di komeks, dibanding tidak ada perempuan sama sekali dua tahun silam.
ini merupakan langkah besar lainnya terhadap kesetaraan gender di fifa, meski masih banyak hal yang perlu dilakukan, di mana anggota komeks berjumlah total sebanyak 24 anggota.
"seorang perempuan telah terpilih untuk masuk komite eksekutif pada tahun lalu untuk satu tahun, dan sekarang seorang perempuan secara resmi terpilih di komite eksekutif, dengan dua lainnya telah terpilih.
kami memerlukan waktu selama 109 tahun untuk bisa melangkah sejauh ini," kata presiden fifa sepp blatter.
sebagai tambahan, dan sesuai dengan yang diharapkan, proposal untuk mengganti proses pemilihan piala dunia yang akan datang disepakati oleh 209 federasi.
sebelumnya, hanya 24 anggota komeks yang diizinkan untuk memberikan suara bagi calon tuan rumah piala dunia, namun pengambilan suara secara kolektif akan diambil oleh seluruh 209 federasi.
dari 207 suara, 109 menyetujui perubahan, dengan hanya dua suara yang menolaknya.
sistem sebelumnya mendapat banyak kecaman setelah rusia dan qatar terpilih untuk menjadi tuan rumah piala dunia 2018 dan 2022.
sementara itu, keputusan fifa untuk menunda perkenalan pembatasan usia dan durasi masa jabatan bagi kandidat presiden sampai setidaknya 2014 mendapat kritik dari mark pieth, pria yang disewa fifa sebagai ketua perubahan.
    "itu bukan reformasi paling fundamental, namun itu mengirim pesan simbolik yang beresiko," kata pieth, seorang pengacara independen asal swiss.
    pada januari, uefa mengusulkan batas usia yakni 72 tahun bagi ofisial yang ingin mengikuti proses pemilihan presiden, dan maksimal tiga kali masa jabatan yang berdurasi empat tahun.
    presiden fifa saat ini sepp blatter (77) telah melampaui kedua batasan itu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com