Halaman

Tampilkan postingan dengan label Golput. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golput. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Kurangi Angka Golput, KPUD Gresik Gelar Jalan Sehat




Kurangi Angka Golput, KPUD Gresik Gelar Jalan Sehat
Kurangi Angka Golput, KPUD Gresik Gelar Jalan Sehat






surya online, gresik - komisi pemilihan umum daerah (kpud) gresik, minggu (9/3/2014)  mengadakan jalan sehat untuk mengumumkan dan mengajak masyarakat gresik aktif dalam pemilihan legislatif (pileg) agar angka golongan putih (golput) berkurang.
jalan sehat tersebut dihadiri seluruh forum pimpinan daerah (forpimda) kabupaten gresik.
seperti, bupati gresik, sambari halim radianto, wakil bupati gresik mohamad qosim, kapolres gresik akbp e.
zulpan, dandim 0817 gresik, panwaslu kabupaten gresik sampai relawan demokrasi.
"peserta jalan sehat ini diikuti 2.
000 pererta lebih dengan melibatkan stakeholder pemilu," kata ketua kpud gresik, alimun al ayubi.
alimun menambahkan, acara jalan sehat ini dilakukan serentak di seluruh indonesia dengan melibatkan stakeholder.
"ini diadakan untuk menuju pileg 9 april 2014, pemilu yang jujur dan adil (jurdil).
di kabupaten gresik, peran serta masyarakat antara 60 persen sampai 80 persen.
pada pilgub kemarin 61,8 persen.

tapi untuk diketahui partisipasi di gresik ini masih unggul dari pada kabupaten lain, seperti lamongan dan surabaya," katanya.
dengan jalan sehat yang diikuti stakeholder ini bisa meningkatkan partisipasi dan suara masyarakat.
"ini substansi demokrasi.
legitimasi pemimpin itu akan rendah jika legitimasi atau partisipasi masyarakat kurang.
untuk mendorong masyarakat meningkatkan partisipasinya agar hadir di tps pada 9 april," pungkasnya.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 16 Juni 2013

Golput Pilgub Jatim di Jember Diprediksi 40 Persen








jember -  angka golongan putih alias golput di kabupaten jember dalam pemilihan gubernur (pilgub) agustus mendatang diprediksi mencapai 40 persen.
  prediksi ini berdasarkan survei sementara dalam deteksi kerawanan dini saat pilkada oleh kpu kabupaten jember.
menurut ketua kpu kabupaten jember ketty tri setyorini, berdasarkansurvei sementara diketahui ada warga di sejumlah kecamatan yang enggandatang ke tempat pemungutan suara (tps).
"ada warga di sejumlah kecamatan, terutama yang baru-baru saja menggelar pilkades enggan ke tps jika tidak ada penjaminnya," ujar ketty, minggu (16/6/2013).
penjamin yang dimaksud ketty adalah orang ataupun panitia yangmenjemput pemilih dari rumahnya ke tps.
tidak hanya dijemput kadangkala ada yang diberi makan, juga diberi uang.
dia menemukan fenomenaitu di kecamatan kencong, jenggawah juga ledokombo.
selain itu, lanjut ketty,  saat berdialog dengan warga, merekamenyampaikan keengganannya karena para calon pemimpin jatim tidakmenyentuh mereka secara langsung.
ditambah lagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, angka golput saatpemilihan legislatif lebih kecil dibandingkan pilgub.
sebab ketikapileg, banyak pihak yang berkepentingan langsung bersentuhan denganwarga pemilih itu.
sedangkan dalam pilgub tidak hanya yang berperanmenyentuh langsung pemilih.
"jadi selain sosialisasi dari kpu, kami berharap tim pemenanganmasing-masing pasangan calon bisa mengajak para pemilih untuk datangke tps agar angka golput tidak tinggi," tegas ketty.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 30 Mei 2013

Waktu Memilih Dua Menit, Tak Ada Pilihan Golput








surabaya - proses pemilihan umum bisa diketahui lebih cepat jika memakai software ciptaan riza budi prasetyo, mahasiswa d3 teknologi informatika, politeknik elektronika negeri surabaya (pens).
software bernama sistem manajemen sukses ini pertamakali dipakai saat pemilihan ketua himpunan mahasiswa teknik informatika, rabu (26/5/2013).
 laiknya pemilihan umum, tempat pemungutan suara (tps) dibuat dua pintu dilengkapi bilik suara yang disekat-sekat.
ada petugas, saksi dan juga tinta sebagai bukti telah menggunakan haknya.
bedanya, peralatan yang dipakai berbasis komputer, tanpa contreng maupun tanpa coblosan.
riza budi prasetyo, pembuat software mengungkapkan komputerisasi diterapkan mulai dari proses verifikasi pemilih di pintu masuk.
calon pemilih cukup menunjukkan kartu tanda mahasiswa (ktm) yang berlaku.
sistem akan mengecek kebenaran ktm yang dipakai itu dengan data yang sudah diupload sebelumnya.
setelah di cek nomor dan fotonya, pemilik akan diberi enam digit kode validasi.
dari layar komputer kemudian terlihat bilik mana yang kosong sehingga pemilih langsung menuju bilik tersebut.
di bilik suara sudah tersedia satu layar komputer yang menyajikan panduan-panduan memilih.
bagi pemilih yang sudah mengerti bisa melewati panduan itu dan langsung menampilkan surat suara yang harus di pilih.
cara memilih dengan mengklik gambar pasangan ketua-wakil himpunan dua  kali.
dan berbekal enam digit kode validasi itu dia memilih pasangannya.
"kami beri batas waktu dua menit untuk satu pemilih.
jika melewati waktu itu maka bisa diulang dengan meminta nomor validasi lagi.
kalau tiga kali batal secara otomatis dia dicoret dari daftar pemilih dan tidak bisa menggunakan hak pilihnya,"terang riza saat ditemui di kampusnya, rabu (29/5/2013).
bagaimana dengan pemilih golput? menurut reza pemilih golput tidak diakomodir di sistem ini.
"kalau memang sejak awal dia akan golput ya mending tidak usah masuk tps karena tidak bisa diakomodir.
ini untuk efisiensi,"tandasnya.
riza mengungkapkan alat ini lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem manual yang berlaku di pemilu selama ini.
selain hasilnya bisa diketahui langsung tanpa harus menghitung surat suara, juga bisa menghemat biaya untuk pencetakan surat suara.
sistem ini juga dilengkapi dengan sistem pengamanan hasil suara.
karena itu untuk membuka hasilnya harus sepengetahuan dari semua saksi.
"jadi kami rancang para saksi ini memiliki username dan password.
kalau hanya satu saksi yang memasukkan username dan password dipastikan tidak akan bisa dibuka.
ini untuk menjaga kerahasiaan dan validitas hasil suara," terang mahasiswa semester dua d3 teknologi informatika.
diakui riza, untuk membuat software ini pihaknya memanfaatkan akses software gratis dari kampusnya.
dia memakai program micosoft visual c#.
software buatannya ini masih butuh penyempurnaan karena memang hanya dibuat dalam waktu tiga minggu.
salah satu penyempurnaan yang akan dilakukan adalah dengan mengintegrasikan sistem ini dengan email student sehingga memungkinkan dibuat smartcard.
"kalau smartcard ini bisa diwujudkan sudah tidak perlu lagi registrasi manual,"katanya.
penyempurnaan lain yang perlu dilakukan adalah memperketat keamanan database.
ini penting agar hasil pemilu tidak bisa dimasuki hacker.
"kalau sekarang mungkin masih aman karena kami hanya memanfaatkan jaringan lokal.
tapi kalau ini dipakai untuk proses yang lebih luas seperti pemilihan walikota, ya sangat perlu ditambah pengamanannya,"akunya.
menurut riza system ini memang bisa diaplikasikan dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilu.
namun harus dipastikan dahulu sumber daya manusai (sdm) pemilihnya.
"apakah semua pemilih paham dan bisa mengiperasikan computer, itu yang penting.
percuma efektif kalau di lapangan tidak bisa digunakan.
jadi harus ada sosialisasi dan pelatihan dulu,"katanya.
 mahendra wicaksono, salah satu calon ketua himpunan mahasiswea teknik elektro percaya system ini akan akurat dan tanpa celah.
"sebelum dilaunching ada pemaparan dan sosialisasi, jadi saya yakin semua pemilih sudah paham.
hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dan tidak mungkin ada manipulasi,"katanya.
apalagi, selain komputerisasi pihak panitia juga masih meminta pemilih untuk menulis dan menandatangani daftar hadir sehingga bisa dicek kebenarannya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com