Halaman

Tampilkan postingan dengan label Diserang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diserang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

Truk PBB Diserang









surya online, khartoum - kelompok pemberontak menyerang konvoi truk pembawa bahan bakar untuk misi penjaga perdamaian internasional di wilayah kordofan, sudan dan menewaskan sembilan prajurit, kamis (1/8/2013).

konvoi itu mengangkut bahan bakar untuk pasukan keamanan interim pbb di abyei (unisfa), kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan yang diterima rabu (31/7/2013) malam.

kementerian luar negeri menyalahkan gerakan keadilan dan persamaan (jem), sebuah kelompok pemberontak yang berbasis di darfur, atas serangan itu.

baik jem dan tentara pembebasan rakyat sudan - utara, yang aksi pemberontakannya terkonsentrasi di kordofan selatan, secara terpisah mengklaim melakukan serangan terhadap konvoi militer pemerintah di daerah tersebut.

unisfa tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
seorang penduduk ibu kota negara bagian kordofan selatan, yang mengetahui insiden itu, mengatakan, militer melancarkan serangan helikopter terhadap truk bahan bakar dalam upaya untuk mencegah jatuh ke tangan pemberontak.

"beberapa orang mengatakan saf (angkatan bersenjata sudan) berhasil membom satu atau dua dari truk bahan bakar yang terlihat terbakar," kata warga, yang meminta namanya untuk tidak disebutkan.

juru bicara militer sudan, sawarmi khaled saad, mengatakan, pemberontak yang menghancurkan truk setelah menjarah bahan bakar.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 31 Mei 2013

Ambil Air Malah Diserang Kawanan Begal








pasuruan - para begal tidak hanya beraksi pada malam hari.
mereka bahkan lebih sering melancarkan aksinya pada siang bolong.
warga dusun umbulan kidul kerap menjadi korban kebengisan para begal.
para warga kemudian melengkapi diri dengan senjata tajam setiap melintas jalan tersebut.
"kalau merasa rawan, kami enggan turun mengambil air.
takut," imbuhnya.
pernah suatu ketika, kepala desa umbulan, solikhan, memerintahkan samat dan warganya berjaga di jalan itu.
solikhan menyuruh agar samat mempersenjatai diri dengan gobang.
apes, polisi menangkap mereka lantaran dikira kawanan begal.
saat warga takut turun ke sumber mata air, mereka biasanya meminta bantuan warga dusun lain yang memiliki mobil pikup.
mereka menumpang pikup sembari membawa jeriken.
tentu tidak grartis.
satu jeriken dikenai biaya rp 1.
000.
solikhan mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan nasib warganya.
dia bahkan segan berkunjung ke dusun umbulan kidul karena malu.
"saya selalu ditagih tandon.
saya hanya bisa mengelus dada melihat nasib warga saya itu," katanya.
solikhan sebenarnya tidak diam.
dia sudah meminta perusahaan daerah air bersih (pdab) pemprov jatim dan pdam surya sembada surabaya, yang selama ini memanfaatkan air umbulan, agar membangun menara tandon di atas dusun umbulan kidul.
namun, permintaan itu tidak pernah terealisasi.
(idl)
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com