Halaman

Tampilkan postingan dengan label Beda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Hanya Beda di Berat Ransel









surya online, surabaya - menjadi tentara di korp wanita angkatan darat (kowad), tidak membuat mayor caj (k) ida martianingsih, meninggalkan kodratnya sebagai ibu bagi tiga anaknya.
wanita kelahiran  madiun, 25 maret 1964 ini mengaku, dua profesi yang dijalaninya ini bisa saling mendukung.
"di tentara saya mendapatkan manfaat semangat untuk disiplin dan menjaga kesehatan dengan olahraga rutin.
di rumah tangga saya bisa menjalankan tugas hakekat seorang perempuan dan ibu.
dua-duanya saling isi dan melengkapi," lanjut kowad yang menjabat sebagai kepala penerangan korem 084 bhaskara jaya itu.
di tentara, dengan jabatannya, ida yang merupakan alumnus milsuk 2, tahun 1983 - 1984 itu, juga memasukkan rasa keibuan dengan menjadi pengayom anak buahnya.
sementara sebagai rumah tangga, dia memasukkan disiplin ala tentara, tapi tetap dengan kasih sayang dan cara yang lebih halus pada anak-anaknya.
selama 30 tahun berkarier di kowad, mayor ida mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan pembelajaran.
masuknya para taruni di akademi militer yang dimulai tahun 2013 lalu, ida pun mengaku bila wanita menjadi tentara itu sebenarnya hanya berbeda pada ransel yang dibawa saat pendidikan dan pelatihan saja.
"selain itu, semuanya sama.
kita juga punya hak yang sama dalam bertugas, jabatan, dan sebagainya," lanjut ibu dari brian, geri desano, dan hendri itu.
alumnus secapa reguler 1 tahun 1993 - 1994 pusdik kowad lembang ini, mengaku taktik tempur sebagai tentara juga harus dimiliki oleh kowad.
"meskipun dari karier, memang sekarang masih di bidang non combat atau non pertempuran.
seperti bidang administrasi, kesehatan, sandi, logistik dan keuangan," lanjut mayor ida.
namun diakui ida, di kowad sendiri, saat ini sudah ada 9 kowad yang berhasil mencapai bintang satu.
diawali oleh brigjen tni (purn) kartini.



terkait    #tentara perempuan, surabaya

baca juga



mantan pejabat rutan medaeng dilimpahkan ke kejari surabaya


judi di tps sampah dtc digerebek polisi


jambret apes, terjatuh dari motor dikeroyok warga


mpr minta mahasiswa jaga pancasila


satpol pp siap intensifkan patroli di sekitar kbs





penulis: sri handi lestari

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 02 Agustus 2013

Beda Seri Tak Berarti, Tetap Satu dalam Beraksi




Beda Seri Tak Berarti, Tetap Satu dalam Beraksi
Beda Seri Tak Berarti, Tetap Satu dalam Beraksi






surya online, surabaya - komunitas mercedes benz club (mbc) indonesia jawa timur merupakan induk dari delapan komunitas pengguna dan pecinta mobil dengan merek sama tapi beda jenis, seri, dan wilayah.
setahun sekali, mereka menggelar pertemuan bersama untuk mengakrabkan sekaligus memberi ruang mereka dalam berbagi informasi dan edukasi tentang mobil yang biasa disebut mercy itu.

seperti pertemuan yang mereka gelar di kawasan jl gubeng, pada sabtu (27/7/2013) lalu.
ada delapan komunitas mbc indonesia jatim, yang tumplek blek di daerah itu.
mereka terdiri atas mercedes benz club (mbc) 202 malang, mbc 202 surabaya, mbc 124 surabaya, mbc new eyes (neci) surabaya, mbc jeep surabaya, mbc embrio 203 surabaya, mercedes benz tiger club (mtc), dan mercedes classic club indonesia (mcci).

dalam pertemuan itu, mereka menggelar family gathering, karena hampir semuanya membawa keluarga masing-masing, dan berbagi bersama sekitar 50 anak-anak yatim piatu yang diundang untuk buka bersama.
suasana akrab tampak diantara mereka.
karena keluarga dan anak-anak yatim itu terlihat akrab.
anak-anak yatim juga berkesempatan untuk melihat dan mengenal mobil buatan eropa tersebut.

ferry lee, vice president mbc indonesia - jatim, disela acara mengatakan, pertemuan yang mereka gelar merupakan salah satu dari berbagai kegiatan pertemuan lain secara bersama-sama.
"kegiatan lain kami yang rutin adalah touring bersama.
bisa dalam kota surabaya saja, bisa juga antar kota di jatim hingga antar kota antar provinsi," jelas ferry.

setiap kegiatan sengaja mereka melibatkan keluarga, karena keakraban antar mereka bisa diikuti dan diketahui anggota yang lain.
sehingga apa yang mereka lakukan bersama mbc, juga bisa dinikmati keeluarga lain.

"karena kadang pertemuan kami harus dengan waktu yang lama dan juga biaya.
misalnya saja touring malang - surabaya, waktunya kan tidak singkat dan ada biaya untuk konsumsi dan sejenisnya.
kalau keluarga ikut kan bisa memberi tambahan waktu kebersamaan dengan keluarga," lanjut ferry.

hal senada diungkapan keluarga hendrian dari mbc 202.
mereka mengaku kebersamaan dalam menikmati hobi touring, menjadikan kegiatan itu lebih nyaman dan mengasyikkan.

"apalagi istri dan anak-anak juga mendapat teman-teman lain dari komunitas ini.
pergaulan mereka menjadi lebih luas," komentar hendrian.

kegiatan mereka juga tidak semuanya ekslusif.
seperti saat bersama anak-anak yatim, anak-anak mereka juga diajak berinteraksi bersama mereka.
dan saat itulah, mereka bisa saling mengenal dan berbagi.

tak hanya itu, saat touring ke berbagai daerah, mereka juga sering melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang mengalami kekurangan.
seperti ke pondok pesantren, panti jompo, dan desa yang mengalami kekurangan.
di tempat itu, selain berbagi bantuan, mereka juga menghibur dan mengajak komunikasi warga sekitar.

"karena kebersamaan tidak hanya dinilai dari materi.
tapi juga kehangatan dalam berhubungan antar manusia," lanjut ferry lee, yang memimpin mbc indonesia jatim sejak tahun 2005 itu.

soal tunggangan mereka, mobil merek mercy, terdiri atas berbagai jenis, seri, dan tahun pembuatan.
seecara internal, komunitas ini bisa saling berbagi dalam masalah mobil.
baik itu aksesoris maupun masalah mesin.
"kadang kami juga berbagi informasi tentang toko onderdil meercy yang bagus dan murah.
termasuk yang via online dari negara asal pembuatnya sana di jerman," tandas ferry.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 21 Juni 2013

Beda Level, Persema Tak Gentar Lawan Pro Duta








malang - duel beda kelas akan tersaji di stadion gajayana, sabtu (22/6/2013), saat persema yang berada di peringkat 14 akan menjamu pro duta yang berada di posisi enam klasemen sementara liga prima indonesia (lpi) 2013.
toh, persema tidak gentar menghadapi tim yang levelnya lebih tinggi.
pelatih carateker persema, rudi hariantoko mengungkapkan setiap tim memiliki fase permainan terbaik dan terburuk.
pro duta memang pernah menang di lima laga.
sedangkan persema baru menang di tiga laga.
"siapa tahu nanti pro duta yang main buruk, dan persema bisa main bagus," kata rudi kepada surya online, jumat (21/6/2013).
mantan pemain arema ini mengakui materi tim besutannya masih kalah dengan pro duta.
anak asuhnya hanya pemain lokal, dan mayoritas pemain muda.
sedangkan pro duta diperkuat tiga pemain asing, yaitu dennis romanovs, jose pedrosa galan, dan yepes asal spanyol.
tapi rudi yakin anak asuhnya mampu mendapat poin dari pro duta.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 26 Mei 2013

Beda Kelas, Kabupaten Kediri Kalah dari Tifosi








surabaya - tim futsal kabupaten kediri yang sedang menempa diri di turnamen gurameh cup, bantul, gagal total.
di laga perdana turnamen dengan sistem gugur ini, kabupaten kediri kalah 1-4 dari tifosi jogjakarta.
dengan hasil ini, kabupaten kediri pun harus segera angkat kaki lebih awal.
di pertandingan yang digelar di lapangan galaxy futsal, sabtu (25/5/2013), gol semata wayang kabupaten kediri dicetak oleh baedowi.
sebanyak 40 tim ambil bagian dalam turnamen ini.
kabupaten kediri sendiri mengikuti turnamen ini dengan maksud menjajal kekuatan sebelum turun di porprov 2013 satu bulan mendatang.
pelatih kabupaten kediri, yoan achmad ghozali, mengungkapkan, hasil buruk ini tak perlu disesali oleh pemain.
sebab, ini adalah pengalaman berharga karena kabupaten kediri bisa menjajal kekuatan tim sehebat tifosi jogjakarta.
yang terpenting adalah pemain bisa bertambah pengalamannya setelah turnamen ini.
tifosi jogjakarta adalah tim futsal yang sudah matang, serta akan ambil bagian di kompetisi profesional indonesia futsal leaguae (ifl) 2013.
"kami akui kekalahan ini.
kelas kami dengan tifosi sangat berbeda.
namun, yang penting adalah semoga pengalaman pemain bisa bertambah.
sebab mereka bisa menjajal tim sekelas tifosi," kata yoan via ponsel, sabtu (25/5/2013).

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com