Halaman

Sabtu, 14 Juni 2014

Siswa SMP di Gresik Lulus 100 Persen




Siswa SMP di Gresik Lulus 100 Persen
Siswa SMP di Gresik Lulus 100 Persen






surya online, gresik - kelulusan siswa-siswi smpn sederajat 100 persen di kabupaten gresik masih menyisakan pekerjaan rumah (pr) bagi aparat kepolisian resor (polres) gresik.
sebab di hari kedua unas smp sederajat yang berjalan awal mei kemarin ditemukan siswa smp membawa kunci unas, sabtu (14/6/2014).
kasatreskrim polres gresik akp ayub diponegoro azhar, mengatakan, kasus kunci jawaban unas smp yang ditemukan anggota polres gresik sampai sekarang masih terus dilanjutkan.
usaha dari satreskrim sampai sekarang masih menyurati kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk meminjam kunci jawaban untuk dicocokan dengan kunci unas smp yang dibawa smp semen gresik dan smp negeri 3 gresik.
upaya awal yang sudah dilakukan yaitu mengirimkan surat ke dinas pendidikan kabupaten gresik untuk meminjam kunci jawaban tapi dijawab tidak punya.
kemudian mengirimkan surat ke dinas pendidikan provinsi jawa timur.
"jawabnya sama, bahwa tidak mempunyai kewenangan untuk meminjamkan kunci jawaban.
akhirnya kita sekarang mengirimkan surat ke kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk meminjamkan kunci jawaban digunakan mencocokan kunci yang dibeli siswa-siswi smp," kata kasatreskrim polres gresik akp ayub diponegoro azhar.
selain menyuratkan surat ke kementerian pendidikan dan kebudayaan, penyidik telah memangil siswa-siswi dari kedua sekolah tersebut.
siswa-siswi itu datang ke unit 1 pidana umum (pidum) satreskrim polres gresik dengan didampingi orang tuanya.
awalnya, menurut ayub, ada 4 smp yang siswanya terlibat membeli kunci unas tapi sekarang berubah menjadi dua sekolah.
"tidak dari kemarin tetap, siswa-siswa itu dari dua sekolah itu.
smp semen dan smpn 3," katanya.
dengan tegas ayub mengatakan, kasus penemuan kunci unas smp ini tidak akan berhenti.
sebab proses pembuktiannya membutuhkan waktu lama yaitu dari kementerian pendidikan dan kebudayaan.
lebih jelas lagi, sampai saat ini kedua perantara penjual kunci unas masih wajib lapor.
"li dan nu masih menjalani wajib lapor.
sekarang terus mencari pa yang informasinya ada di malang.
apabila hasil pencocokan kunci unas dari kementerian pendidikan ini tidak cocok dengan kunci siswa maka termasuk penipuan," imbuhnya.
kunci unas smp yang dibeli 60 siswa dari dua smp ini seharga rp 6 juta dengan cara iuran.
"dari hasil pemeriksaan, kunci itu belum digunakan, tidak ada keterlibatan guru, sekolah dan wali murid.

anak-anak ini murni iuran sendiri untuk membeli kunci unas," katanya.
sementara, kepala dinas pendidikan kabupaten gresik nadlif mengatakan bahwa siswa yang ikut unas smp ini tidak ditemukan membawa kunci ke dalam kelas saat unas sehingga tidak ada sanksi bagi siswa, guru dan sekolah.
"mereka tidak diketahui membawa kunci jawaban ke ruang kelas," kata nadlif.
sementara, kepala bidang pendidikan dasar dan menengah dinas pendidikan kabupaten gresik nur iman soleh, mengatakan bahwa siswa-siswi smp sederajat se kabupaten gresik lulus 100 persen.
"ya, lulus 100 persen," kata nur melalui pesan singkatnya telepon selulernya.
sedangkan alif ahmad maulana, alumni sd negeri ii gadel, kecamatan tandes, surabaya, pembongkar contekan massal ini sekarang di smp muhammadiyah 12 gresik, dengan nilai bahasa indonesia 8.
80, bahasa inggris 10, matematika 8.
75 dan ipa 9.
25.
"dengan kejujuran dan penanaman budi pekerti yang baik alif dan teman-teman lulus," kata kepala sd muhammadiyah 12 gkb, isa iskandar.
    sedangkan tiga siswa smp yang mendapatkan nilai terbesar yaitu muhammad amirul mukminin siswa mts an nuriyah, bahasa indonesia 9.
0, bahasa inggris 10, matematika 10, ipa 10.
kedua aldi wachid arifin dari smpn 1 sangkapura, bahasa indonesia 9.
60, bahasa inggris 9.
80, matematika 10, ipa 9.
50.
ketiga, rizaldo rizky himawansyah dari smpn 1 gresik, bahasa indonesia 9, bahasa inggris 9.
80, matematika 10 dan ipa 10.





penulis: sugiyono

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.