Halaman

Selasa, 17 Juni 2014

Pemilik Karaoke : Penutupan Harus Serentak Jangan Hanya Milik Saya




Pemilik Karaoke : Penutupan Harus Serentak Jangan Hanya Milik Saya
Pemilik Karaoke : Penutupan Harus Serentak Jangan Hanya Milik Saya






surya online, madiun - pemilik kafe dan karaoke sekaligus warung remang-remang, ny sulasmi (46) warga dukuh bangsri, kelurahan ngadiboyo, kecamatan rejoso, kabupaten nganjuk yang memiliki bangunan permenan mengaku keberatan atas penutupan yang dilaksanakan satpol pp pemkab madiun bersama petugas gabungan tni dan petugas keamanan pt kai daop vii madiun.
alasannya, hampir seluruh warung remang-remang yang ada di jalur ringroad desa petung, kecamatan saradan, kabupaten madiun itu dilengkapi dengan peralatan karaoke.
selain itu, semua bangunan tak ada yang mengantongi izin sama sekali dari pemkab madiun.
"kalau ditutup semua saya setuju.
kalau hanya punya saya saja yang ditutup tetap akan kami buka.
wong semua yang ada di deretan paling ujung dekat gapuro perbatasan wilayah kabupaten madiun sampai ke barat, nggak punya izin loh," terangnya kepada surya, senin (16/6/2014) malam.
selain itu, perempuan yang mengaku hidup sudah menjanda bertahun-tahun ini mengakui jika di warung, kafe dan karaoke miliknya ada sebanyak 8 kamar.
rinciannya 2 kamar untuk keluarga dan 6 kamar sisanya untuk bilik jika dibutuhkan memberikan pelayanan plus-plus.
"kalau sekarang nggak ada bocah (perempuan anak buahnya) mau digunakan siapa.
kalau ada anak-anak ya," imbuhnya.
selama ini, kata sulasmi memang karaoke miliknya yang sudah diberi label nama cukup ramai bersama kafe dan karaoke lainnya seperti zorro, rengganis dan happy.
akan tetapi, dirinya tak mengetahui malam itu kenapa semuanya ditutup.
"saya buka malam ini, karena baru pulang dari kampung.
makanya malam ini belum ada bocah (perempuan anak buahnya) di kafe dan karaoke miliknya itu.
pokoknya saya siap menutup asal semuanya.
kalau hanya punya saya saja itu tak adil namanya," pungkasnya.




terkait#karaoke, tutup serentak

baca juga



karaoke di tengah kebun kopi dirazia


bulan ramadan, pengusaha kafe dan rumah karaoke dipaksa tutup


ditangkap bersamaan, tiga penyanyi karaoke blitar masuk tahanan terpisah


rossa buka diva di malang


selama masih ada fasilitas karaoke, 'mamamia' tak diberi izin





penulis: sudarmawan

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.