Halaman

Minggu, 15 Juni 2014

Lokalisasi Ditutup, PSK Dolly Ancang-ancang Beroperasi di Jalanan




Lokalisasi Ditutup, PSK Dolly Ancang-ancang Beroperasi di Jalanan
Lokalisasi Ditutup, PSK Dolly Ancang-ancang Beroperasi di Jalanan






surya online, surabaya – jelang penutupan lokalisasi dolly, rabu (18/6/2014) mendatang, aktivitas di lokalisasi tersebut tetap berjalan seperti biasa.
meski  jumlah pengunjung terus menurun sejak adanya rencana penutupan itu.
saat bulan puasa, dolly dan jarak tutup.
jadwalnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
yakni mulai tidak beraktivitas sejak h-2 bulan ramadhan.
kemudian, h+2 lebaran, lokalisasi yang sedang menjadi perhatian nasional ini bakal tetap kembali beroperasi seperti biasa.
“puasa tetap libur, seperti biasa.
untuk menghormati bulan ramadan.
tapi, sejauh ini tidak ada perubahan (jadwal).
liburnya tetap mulai h-2 puasa sampai h+2 lebaran,” timpal dian, seorang psk asal malang yang ditemui surya online, di kawasan dolly, minggu (15/6/2014).
dian dan para psk lain yang selama ini bekerja di sana mengaku sangat berharap supaya tempat mereka bekerja itu tidak ditutup.
alasannya, mereka dan keluarganya menggantungkan hidup dari pekerjaan di lokalisasi tersebut.
“kalau dolly ditutup, bukan hanya pks yang menjadi korban.
mucikari, pekerja di wisma-wisma, pedagang, tukang becak, laundry dan ribuan orang akan menjadi korban.
bagaimana nasibnya? siapa yang bertanggungjawab?” kata perempuan 35 tahun ini.
bagaimana jika dolly dan jarak benar-benar ditutup?  dian dan beberapa psk lain di sebelahnya langsung menjawab, “kami akan tetap bekerja.
kami akan turun mencari pelanggan di jalan-jalan untuk mempertahankan kehidupan kami.
”tentang pelatihan yang diberikan oleh pemerintah dan uang pesangon, para psk di dolly dan jarak menganggap tidak ada gunananya.
uang rp 5 juta dirasa sangat tidak cukup.
demikian halnya pelatihan-pelatihan yang diberikan, hanya ala kadarnya.
pelatihan menjahit atau sebagainya, menurut dian, hanya dilakukan selama tiga hari.
jelas tidak mungkin mereka bisa dengan pelatihan sesingkat itu.
“kalaupun kami bisa menjahit, terus bagaimana pemasaran dan sebagainya,” keluhnya.
para psk itu terus berharap dan berjuang semampu mereka supaya dolly tidak ditutup.
mereka merasa, bekerja di lokalisasi lebiih baik, karena tidak menganggu dan meresahkan masyarakat.
tapi, jika memang harus ditutup, demi kehidupannya dan keluarga, mereka mengancam akan beroperasi di jalan-jalan.
tidak peduli lagi bahwa hal itu meresahkan warga.




terkait#dolly

berita terkait: dolly mau ditutup



warga dolly : kami ingin hidup damai seperti dulu


menteri sosial akan pimpin deklarasi penutupan dolly


pemkot surabaya bantah gerakkan demo warga pendukung penutupan dolly


demo warga pendukung penutupan dolly-jarak bubar


pemkot surabaya : belum ada agenda pertemuan dengan komnas ham





penulis: m taufik

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.